Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Bank BTN Nyatakan Sanggup Salurkan KPR untuk 75 Ribu Unit RS di 2005

14/01/2005
 
Jakarta, NERACA PT. Bank BTN menyatakan kesanggupannya bisa menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi 75 ribu unit Rumah Sederhana (RS) pada tahun anggaran 2005. Jumlah tersebut lebih tinggi dari target 2004 sebanyak 60 ribu unit yang realisasinya sendiri mencapai 68.750 unit. "Berdasarkan realisasi yang melebihi target mencapai 68.750 unit maka kita sanggup untuk menyalurkan KPR untuk 75 ribu unit untuk 2005 mendatang," kata Direktur Utama Bank BTN, Kodradi, kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Disebutkan, rencana penyaluran KPR itu akan diumumkan dalam program kerja BTN 2005 melalui penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Jumat mendatang. Selain itu, alokasi nilai KPR untuk 2005 juga ditingkatkan mencapai Rp 1,73 triliun atau lebih tinggi dibanding target 2004 sebesar Rp 1,32 triliun. Menurut Kodradi, jumlah KPR untuk 75 ribu unit RS itu akan mencakup rumah subsidi dan non subsidi. Namun, untuk rumah subsidi masih menunggu alokasi APBN 2005 dari pemerintah. "Penyaluran dana subsidi dari pemerintah tidak dapat terburu-buru karena dikhawatirkan salah sasaran. Sebab, sasaran penerima dana subsidi KPR adalah masyarakat yang berpenghasilan kurang dari Rp 1,5 juta per bulan," ucapnya. Total kredit Bank BTN yang akan disalurkan pada 2005 mencapai Rp 4,08 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 90% lebih ditujukan untuk KPR dan kredit yang terkait perumahan misalnya kredit untuk pemborong dan sebagainya. Bank BTN sendiri ungkap Kodradi, sejauh ini telah berhasil menekan biaya operasional meski debitur yang ditangani sangat banyak. "Seperti untuk rumah sederhana mencapai 68.750 debitur dengan nilai Rp 1,73 triliun. Sementara bank lain mungkin Rp 1,5 triliun untuk satu debitur". Diakui, kemampuan Bank BTN melaksanakan efisiensi telah menurunkan tingkat suku bunga kredit. Padahal, bank-bank lain justru malah menaikan suku bunganya. "Seharusnya, dengan sumber dana yang sebagian besar berasal dati tabungan dan obligasi sulit bagi BTN menurunkan suku bunga. Namun kenyataannya, hal itu berhasil dilakukan BTN," tutur Kodradi. Efisiensi itu lanjut dia juga berhasil dilakukan dengan ditandai makin turunnya kredit macet (non performing Loan/NPL) yang mampu mencapai 3,2% berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit pada 2004.Sebab pada periode sebelumnya, NPL BTN mencapai 4,8%. "Kondisi demikian menyebabkan premi  resiko (risk premium) juga berhasil ditekan," sebutnya. Mengenai tercapainya target penyaluran KPR BTN untuk RS pada 2004 lalu, Kodradi sendiri pada Oktober 2004 lalu telah menyatakan optimismenya target itu akan tercapai. Optimisme itu didasarkan realisasi penyaluran KPR BTN hingga September 2004 yang mencapai 46.500 unit dengan nilai kredit Rp 1,59 triliun. "Hingga kini Bank BTN telah menyalurkan KPR Rp 1,59 triliun untuk 46.500 unit rumah sederhana. Jadi dari target 60 ribu unit RSH, hanya tinggal 13.500. Karena itu, saya pikir target itu akan tercapai pada akhir tahun ini," kata Kodradi ketika itu. Di samping itu lanjut dia, BTN juga optimis target ralisasi total kredit BTN selama 2004 sebesar Rp 3,3 triliun akan tercapai pada akhir 2004. Meskipun hingga Agustus 2004, kredit yang dikucurkan baru mencapai Rp 2,25 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 57.975 atau sekitar 67,59% dari target 2004. "Memang hingga Agustus 2004 ini baru Rp. 2,25 triliun. Tapi, per September, sudah mencapai Rp. 2,64 triliun. Jadi, saya pikir, akhir tahun nanti kita bisa mencapai Rp 3,3 triliun," paparnya. Kodradi juga menyebutkan, untuk 2004, BTN hingga Oktober 2004 telah berhasil meraih laba bersih Rp 299 miliar atau melampaui target laba bersih 2004 sebesar Rp 269 miliar. "Selain itu, BTN juga telah meningkatkan rasio kecukupan modal (CAR) menjadi 17,5 persen dan rasio penyaluran kredit dibanding dana dihimpun (LDR) mencapai 64,04 persen," ucapnya.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130