Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Bank BUMN Setuju Hair Cut Utang UMKM

25/09/2007
 
JAKARTA-Bank-bank BUMN sepakat memberi keringanan utang pokok (hair cut) kepada debitor bermasalah, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan plafon kredit di bawah Rp 5 miliar. Sedangkan total kredit bermasalah sektor UMKM di empat bank pemerintah tersebut mencapai Rp 17,92 triliun. Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia, Tbk (BNI) Sigit Pramono mengatakan, bank pemerintah telah sepakat untuk hair cut utang pokok nasabah UMKM, namun masih tetap menunggu persetujuan dari Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil dan Presiden. "Kami berempat (BNI, PT Bank Mandiri Tbk, Bank Tabungan Negara, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk) sudah sepakat untuk hair cut kredit bermasalah sektor UMKM yang jumlahnya di bawah Rp 5 miliar. Tinggal menunggu persetujuan dari Menneg BUMN dan Presiden saja," kata dia usai rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (24/9). Pemotongan utang pokok tersebut, lanjut dia, akan dilakukan dengan menggunakan PP 33 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Negara/ Daerah. Sebanyak 1.050 juta nasabah UMKM yang menyumbang kredit bermasalah di bank pemerintah dapat terbantu. Langkah ini juga dapat menekan tingginya rasio "NPL bank-bank pemerintah. "Bayangkan, lebih dari satu juta nasabah bisa menyelesaikan kredit bermasalahnya. Nasabah yang agunannya ada di bank dapat digunakan kembali jika mereka sudah melunasi kreditnya, menyusul adanya diskon pokok. Dengan begitu, mereka dapat bergerak kembali," tandas Sigit. Kebijakan tersebut, lanjut dia, dapat menggairahkan perekonomian Indonesia karena banyak nasabah LJMKM yang terbantu untuk mendapat akses pinjaman bank. Dia mencontohkan, satu debitor memiliki utang senilai Rp500 juta, lalu diberikan diskon 25%, sehingga hanya membayar Rp 400 juta. Dengan membayar Rp 400 juta, nasabah tersebut dapat menarik kembali agunannya untuk dipakai meminjam di bank lain atau bank sama. BRI Terbesar Di tempat sama, Direktur UMKM Bank Mandiri Budi G Sadikin menambahkan, pekan ini keempat bank BUMN ini akan melakukan rapat koordinasi dengan Kapolri dan kejaksaan guna menyosialisasikan recana hair cut utang pokok di bawah Rp 5 miliar. Kegagalan usaha UMKM, lanjut dia, merupakan penyebab utama memburuknya kualitas kredit. Hal tersebut berpengaruh buruk terhadap akses pengusaha kecil terhadap sumber pendanaan, khususnya perbankan. "PP 33 Tahun 2006 memungkinkan bank-bank BUMN untuk dapat menyelesaikan kredit macet melalui pemberian keringan pokok, termasuk kepada UMKM. Untuk tahap awal, kami akan selesaikan dulu yang nilainya di bawah Rp 5 miliar. Nanti akan menyusul nasabah bermasalah di atas Rp 5 miliar yang dianggap clean and clear," ujar dia. Data Bank Mandiri menyebutkan, total debitur dan outstanding kredit bermasalah terbesar berasal dari BRI sebanyak 796.802, sehingga jumlah kredit mencapai Rp 7,93 triliun. Bank Mandiri mencapai Rp 6,47 triliun dengan debitor 87.934. Sedangkan Bank BNI tercatat 24 ribu debitor dengan jumlah kredit senilai Rp 2,21 triliun. Sementara itu, BTN mencapai 138.333 debitor dengan nilai pinjaman senilai Rp 1,29 triliun. Denganbegitu, total kredit bermasalah yang jumlahnya di bawah Rp 5 miliar di empat bank pemerintah mencapai Rp 17,92 triliun.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130