Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Bank Besar Cenderung Tahan Kredit Korporasi

25/11/2005
 
New Page 1 JAKARTA - Kalangan perbankan mengakui, kenaikan suku bunga BI rate yang tembus hingga dua digit sangat memberatkan kondisi keuangan bank dan penyaluran kredit. Bahkan tahun 2006, diperkirakan bank-bank besar akan menahan laju kredit korporasi. Demikian rangkuman yang disampaikan dalam rapat dengar pendapat Komisi XI DPR-RI dengan jajaran direksi PT Bank Mandiri, PT Bank BNI, PT Bank BRI, PT Bank BTN, PT Bank BCA, PT Bank Danamon di Jakarta, Kamis (24/11). Kalangan perbankan nasional akan tetap menyiasati kondisi saat ini, guna dapat menyalurkan kredit dengan memilih segmentasi yang tidak berisiko besar, akibat tekanan suku bunga. Ketua Perhimpunan Bank-Bank Negara (Himbara) Sigit Pramono mengatakan, pihaknya akan mulai mengurangi pemberian kredit ke sektor korporasi, terkait dengan tingginya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Pasalnya, kenaikan SBI dikhawatirkan bisa memicu meningkatnya nonperforming loan (NPL). "Kami akan coba kurangi ketergantungan terhadap kredit-kredit korporasi besar dan mulai melirik ke sektor UMKM," kata Sigit. Secara umum, menurut Sigit,bank-bank yang mempunyai kredit korporasi akan memiliki dampak yang lebih besar terhadap peningkatan kredit-kredit bermasalah (non performing loan/NPL), jika dibandingkan dengan bank-bank yang portofolio korporasinya lebih kecil. Selanjutnya, kata Sigit berdasarkan, pengalaman ketika terjadi krisis ekonomi 1997, debitor-debitor korporasi mengalami tekanan hebat sehingga perusahaan bangkrut dan kesulitan mengembalikan kreditnya. Ini bisa dilihat banyaknya bank-bank kolaps macetnya kredit bermasalah. "Dengan melihat itu kita lebih baik mengorbankan marjin, dari pada nanti kita mendapatkan masalah baru dengan meningkatnya NPL," ujar dia. Pada kesempatan yang sama, Dirut BCA, DE Setijoso, mengingatkan perlunya bank-bank meningkatkan kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Pasalnya, upaya kehati-hatian dalam penyaluran kredit adalah obat untuk mencegah terjadinya NPL. Namun, kenaikan suku bunga belum berpengaruh kepada peningkatan kredit bermasalah. "Sampai saat ini NPL di BCA masih di bawah 2%," paparnya. Di lain pihak, kendati suku bunga dana meningkat, Bank BRI tidak menaikkan suku bunga kredit. Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basyir menyatakan, hingga akhir tahun 2005 tidak akan menaikkan kredit yang saat ini sudah berada pada level 15%. Ia menjelaskan, pihaknya dapat menahan kenaikan suku bunga, karena sebagian besar komponen kredit pinjaman disalurkan kepada sektor usaha kecil dan mikro (UKM) sebesar 87%. Sedangkan yang disalurkan ke sektor menengah dan besar hanya 13%. "Tingkat suku bunga UKM masih cukup relatif tinggi, sehingga tidak diikuti dengan kenaikan suku bunga pinjaman. Tapi, hanya penurunan margin yang tidak begitu signifikan," katanya.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130