Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Bank Indonesia akan Longgarkan Aturan Kredit

15/01/2009
 
New Page 1 Pertumbuhan kredit sebesar 18% tidak mudah dicapai tanpa adanya stimulus dari regulator. Asep Toha BANK Indonesia (BI) tidak ingin ketinggalan kereta guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Bila pemerintah berusaha mendongkrak pertumbuhan ekonomi dengan memberikan stimulus dan menggiatkan belanja, BI mengambil inisiatif dalam upaya mendorong penyaluran kredit oleh perbankan. Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad mengatakan pihaknya tengah menyiapkan kebijakan agar bisa membantu intermediasi bank. "Di 2009 ini, (target kredit) sekitar 18%. Tetapi itu pun tidak boleh sambil bersiul saja. Harus ada usaha, nanti dari BI ada beberapa aturan yang mungkin membantu keleluasaan. Pemerintah juga dengan rencana defisit dan stimulus-nya. Saya kira semua itu akan menciptakan multiplier yang memungkinkan lending bisa jalan sekitar itu," jelas Muliaman di Jakarta, kemarin. Meski begitu, Muliaman menolak untuk menjelaskan secara detail kemudahan yang disiapkan BI. Akan tetapi, dengan kebijakan itu, diharapkan bank tidak akan dibebani kewajiban lainnya seperti masalah permodalan ataupun risiko pasar. Apalagi dalam kondisi krisis seperti sekarang, bank dituntut lebih aktif dalam menyokong pertumbuhan ekonomi. Muliaman mencontohkan dalam penyaluran kredit bank, dibatasi ketentuan pemenuhan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR). Selain itu, dalam penghitungan NPL yang juga memasukan berbagai aspek seperti prospek usaha dan kemampuan membayar. Sebelumnya, Ketua Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Agus Martowardojo meminta agar BI bisa merelaksasi batas maksimum pemberian kredit (BMPK) untuk usaha terkait. Karena, dalam krisis seperti ini beberapa anak usaha bank mengalami kesulitan. Namun, sebagai induk usaha bank dibatasi ketentuan BMPK dalam menyuntikkan tambahan modal atau memberikan pinjaman. Muliaman mengatakan detail kebijakan BI pada tahun ini dijelaskan dalam Bankers Dinner pada 30 Januari mendatang. Beberapa aturan mengenai ketentuan konsolidasi, permodalan, penerapan Basel II dan lainnya juga akan disinggung dalam acara tahunan para bankir itu. Pasar uang membaik Sementara itu, BI menilai kondisi pasar uang antarbank (PUAB) sudah mulai membaik seiring dengan penurunan suku bunga. Bahkan, suku bunga antarbank sempat membukukan bunga hingga 7, lebih rendah daripada posisi sebelumnya di belasan persen. Turunnya suku bunga itu menggambarkan terurainya segmentasi di kalangan bank yang membuat kusut aliran likuiditas. "Jika dibandingkan dengan akhir 2008 kemarin, saya pikir saat ini sudah oke. Kalau dilihat dari rate-nya itu masih dalam range yang normal, bahkan sudah berada di kisaran 7% hingga 9% saja," ungkapnya. Kendati begitu, Muliaman mengakui masih ada ketidakseimbangan posisi likuiditas di perbankan. Beberapa bank mengalami banjir likuiditas, tapi di sisi lain bank-bank lainnya justru mengalami kekeringan. Namun, ia mengingatkan hal itu bukan gambaran pasti adanya segmentasi. Direktur Treasury PT Bank Tabungan Negara (BTN) Saut Pardede mengaku suku bunga PUAB sempat mengalami penurunan. (E-2)asep@mediaindonesia.com
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130