Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Bank Niaga Keder Hadapi Bank BTN

24/07/2007
 
Senayan, Warta Kota PT Bank Niaga Tbk, tidak ingin menyalip posisi Bank BTN sebagai bank terbesar dalam penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Bank Niaga hanya berniat untuk menjadi pesaing utama bank BUMN itu. Hal itu diungkapkan V Catherinawati Hadiman, Direktur Bank Niaga, saat acara publik ekspos kinerja semester 1/2007 bank itu di kantor pusat Bank Niaga, Jakarta Selatan, Jumat (20/7). "Bank Niaga hanya ingin menjadi pesaing Bank BTN," tegasnya. Ditambahkan Hashemi Alkabri, Presiden Direktur Bank Niaga, pihaknya sulit untuk menyalip posisi Bank BTN sebagai salah satu bank penyalur KPR terbesar, karena segmen pasar yang dituju berbeda. Jika Bank BTN adalah KPR untuk perumahan kelas bawah, Bank Niaga fokus pada perumahan kelas menengah atas. Maka jangan heran jika pangsa pasar Bank BTN mencapai 20 persen, sementara Bank Niaga hanya 10 persen. Menurut Hashemi, KPR mencapai 23 persen dari total kredit Bank Niaga, yang mana pada semester 1/2007 tumbuh sebesar 16 persen sehingga menjadi Rp 7,99 triliun. "Untuk semester pertama ini, booking untuk KPR sudah mencapai Rp 1,5 triliun. Padahal dari segi suku bunga, KPR Bank Niaga terbilang tinggi dibandingkan bank lain. Kami mematok bunga KPR 10,5 persen hingga 11 persen, tapi kini diturunkan'menjadi 9,99 persen," tuturnya. Berkait penurunan suku bunga KPR itu, kata Catherine, karena saat ini bank lain juga cenderung menurunkan suku bunga akibat penurunan BI rate (acuan suku bunga Bank Indonesia). Mau tidak mau Bank Niaga juga menurunkan suku bunga. Meskipun diturunkan, manajemen Bank Niaga tidak berambisi untuk meningkatkan target penyaluran KPR tahun ini, yakni tetap Rp 9 triliun. "Kami rasa target Rp 9 triliun sudah cukup," ujar Catherine. Menurut Hashemi, banyaknya masyarakat yang berminat menggunakan KPR Bank Niaga karena pihaknya memberikan kualitas layanan yang lebih dibandingkan bank lain, seperti proses yang cepat dan mudah. Kredit business banking Sementara itu, kredit macet Bank Niaga selama semester 1/2007 tampak meningkat. Tren peningkatan kredit macet terlihat pada data yang dikeluarkan Bank Niaga. Jika pada akhir tahun 2006 kredit macet mencapai 3,5 persen, maka pada Maret 2007 menjadi 4,0 persen, dan Juni 2007 menjadi 4,2 persen. Memburuknya kinerja kredit macet itu, menurut Catherine, bukan karena faktor pengucuran KPR yang jorjoran. Tapi akibat pengucuran kredit business banking pada 2003-2004. Dan ternyata dampaknya baru terasa sekarang. "Pada tahun itu kami sedang fokus pada business banking, ternyata beberapa menjadi kredit macet karena ketika itu makro ekonomi tidak baik. Kami berharap angka kredit macet itu bisa segera turun pada semester 11/2007 ini," ucap Catherine. Untuk itu, kata Catherine, pihaknya akan segera membentuk tim khusus yang menangani kredit macet. Tujuannya agar penanganannya bisa lebih optimal. Sementara itu, perolehan laba bersih Bank Niaga pada semester 1/2007 tumbuh sebesar 15 persen dari Rp 353 miliar menjadi Rp 406 miliar. Kenaikan itu antara lain didukung kenaikan laba usaha sebesar 35 persen dari Rp 603 miliar menjadi Rp 811 miliar. Sedangkan total aset naik tujuh persen menjadi Rp 43,91 triliun dan total kredit mengalami peningkatan 11 persen menjadi Rp 34,18 triliun. Untuk dana pihak ketiga (DPK) tumbuh enam persen menjadi Rp 35,65 triliun. "Hal ini disebabkan meningkatnya dana murah sebesar 31 persen yang berasal dari giro dan tabungan," katanya, (ver)  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130