Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Bank boleh kenai debitor KUR agunan

05/09/2008
 
New Page 1 Oleh Mulia Ginting Munthe Bisnis Indonesia JAKARTA Kementerian Negara Koperasi dan UKM untuk sementara mempersilakan bank peserta program kredit usaha rakyat (KUR) memberlakukan wajib agunan dan jaminan secara normatif karena belum ada ketetapan baku. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Negara Koperasi dan UKM Choirul Djamhari mengatakan pemberlakuan secara normatif tersebut dipandang sebagai sikap paling netral untuk meredam prokontra. "Kami mempersilakan bank peserta mengatur masalah jaminan dengan mekanisme kebijakan mereka. Yang terpenting peraturan kredit itu bisa dicerna oleh masyarakat calon debitor," ujar Choirul kepada Bisnis, kemarin. Pada Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kementerian Koperasi dan UKM akhir Agustus 2008 di Jakarta, belum ditemukan solusi untuk mengatasi masalah jaminan KUR yang dikeluhkan calon debitor, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil. Rakortas itu diikuti kepala dinas koperasi dan UKM seluruh Indonesia, jajaran eselon I dan n serta staf ahli Kementerian Koperasi dan UKM. Pada rapat itu, diperolehkesimpulan untuk menyilakan bank penyalur kredit usaha rakyat mengenakan jaminan atau agunan secara normatif. Kendati KUR menjadi primadona di kalangan UMKM, tapi pelaku usaha mikro dan kecil masih menyatakan keberatan dengan kewajiban mereka memberi jaminan tambahan berupa surat-surat berharga. Pada awalnya, kredit usaha rakyat yang difokuskan untuk mengatasi permodalan UMKM dinyatakan tidak perlu agunan ataupun jaminan tambahan. Namun, kenyataan di lapangan, keenam bank peserta tetap memberlakukan jaminan tambahan. Keenam bank peserta adalah Bank BNI, Bank BTN, Bank Mandiri, Bank Mandiri Syariah, Bank BRI dan Bank Bukopin. "Apa pun bentuk penjelasan dari perbankan kepada debitor sangat perlu, walaupun kenyataannya kebijakan secara normatif itu sangat pahit. Terutama bagi kelompok usaha mikro dan kecil," tegas Choirul. Choirul Djamhari minta masyarakat UMKM yang ingin mengakses dana melalui program kredit usaha rakyat bisa mengerti jika bank peserta penyalur mewajibkan mereka menyerahkan jaminan tambahan.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130