Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Bapertarum gandeng 8 bank biayai rumah

25/09/2007
 
JAKARTA: Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-PNS) menggandeng delapan bank untuk menyalurkan dana pinjaman biaya membangun (PBM). Bank mitra itu yakni Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh, BPD Kaltim, BPD Sumsel, BPD Lampung, BPDB Jambi, BPDB Maluku, Bank Bumiputera, BPR Syariah Bina Rahmah Bogor. Kepala Pelaksana Sekretariat Tetap Bapertarum-PNS Alisjahbana mengatakan kesepakatan kerja sama dengan delapan bank itu sudah ditandatangani dengan bank pelaksana itu. Produk yang akan disalurkan melalui bank pelaksana di antaranya PBM maksimal Rp10 juta dengan tingkat bunga 7,5%. "Kerja sama untuk PBM itu dilakukan dengan delapan bank," katanya saat peresmian car center dan website Bapertarum-PNS yang dihadiri Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) M. Yusuf Asy'ari di Jakarta, kemarin. Dia menjelaskan selama ini, setiap bulan gaji PNS dipotong Rp3.000 untuk Gol. I, Rp5.000 untuk Gol. II, Rp7000 untuk Gol. III, dan Rp10.000 untuk Gol. IV. Dalam hal ini seluruh dananya dihimpun ke dalam rekening Bapertarum-PNS yang ditempatkan di sejumlah bank. Sebelumnya, Bapertarum telah menjalin kesepakatan dengan sejumlah bank untuk menyalurkan pinjaman uang muka (PUM) dengan besaran kurang dari Rpl0 juta untuk rumah bukan bersusun dan Rp20 juta untuk rumah susun. Alisjahbana mengatakan badan itu juga telah menjalin kerja sama dengan 20 BPD dan satu Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) sebagai bank pelaksana dana Bapertarum. "Dengan demikian, di samping selama ini kita mengenal BTN, BNI, Bukopin sebagai bank pelaksana Bapertarum-PNS kini dilengkapi lagi dengan 20 BPD ditambah 1 BPRS." Uang muka Selain itu, Bapertarum pada tahun ini menargetkan menyalurkan uang muka pembelian rumah bagi 18.000 pegawai senilai Rp180 miliar. Saat ini rencana optimalisasi dana tersimpan badan itu masih dimatangkan yang nilainya mencapai Rp3,6 triliun dan tersimpan dalam rekening Departemen Keuangan dan Kementerian Negara Perumahan Rakyat. Kepala Bapertarum-PNS Toeti Ariati mengatakan alokasi dana uang muka pembelian rumah yang bisa disediakan tahun ini hanya berkisar Rp 180 miliar karena terbatasnya dana yang bisa dipergunakan. "Dana yang siap pakai itu hanya Rp180 miliar dengan nilai Rp10 juta per paket. Sedangkan dana simpanan yang mencapai Rp3,6 triliun masih belum dibolehkan dipakai," katanya. Menurut Toeti, PNS bisa mendapatkan subsidi ganda, yaitu program subsidi selisih bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dari pemerintah dan subsidi program dari Bapertarum Pemerintah berencana melakukan perubahan kebijakan pemotongan gaji PNS yang disetor untuk iuran ke Bapertarum sejak tahun lalu menjadi 2,5% dari gaji pokok PNS. Konsep perubahan iuran itu dilakukan untuk mengganti pola lama yang menetapkan besaran berjenjang sesuai golongannya mulai Rp3.000 (Gol. I), Rp5.000 (Gol. II), Rp7.000 (Gol. Ill) dan Rp10.000 (Gol. IV), aturan itu ada sejak 1993. Berdasarkan pendataan Bapertarum jumlah PNS di Indonesia per Januari 2007 sebanyak 3.640.561 orang, dari sebanyak itu, 2.223.008 di antaranya belum memiliki rumah, sedangkan sisanya belum diketahui statusnya. Untuk Jabodetabek sendiri dari 367.483 PNS, yang tercatat sudah memiliki rumah 252.951 unit, sedangkan yang belum memiliki rumah 114.532 unit.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130