Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Baru Dibangun 21.949 Unit

17/05/2005
 
PT Bank Tabungan Negara (BTN), hingga akhir April lalu, merealisasikan kredit pemilikan rumah (KPR) untuk tipe rumah sehat sederhana (RSH) hingga 21.949 unit atau senilai Rp 575 miliar. Angka ini juga merupakan angka realisasi pembangunan RSH secara nasional dalam rangka Gerakan Nasional Pembangunan Sejuta Rumah (GNSPR).             Direktur kredit BTN Siswanto menungkapkan, 21.949 unit RSH itu tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sejumlah kota besar luar Jabodetabek seperti Surabaya dan Batam. “Terutama kita mengalurkan kredit di kota-kota besar,” ujar dia, di Jakarta belum lama ini.             Tahun 2005, BTN menargetkan penyaluran KPR untuk RSH sebanyak 75 ribu unit atau senilai Rp 1,765 triliun. Dengan demikian, untuk jumlah unit, BTN baru mampu merealisasikan 29,3% dari nilai rupiah baru mampu merealisasikan  32,6% dari keseluruhan masing-masing target. Namun, menurut  Siswanto, masih rendahnya persentase realisasi penyaluran KPR RSH tersebut bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan. Pasalnya, tren lonjakan memang baru mulai terjadi pada pertengahan tahun.             “Realisasi KPR trennya mulai pada pertengahan tahun. Awal tahun biasanya agak sedikit, terue makin ramai, puncaknya di akhir tahun. Tapi saat Lebaran juga sepi lagi,”ujar Siswanto.             Sebelumnya, Direktur Utama BTN Kodradi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam pembangunan RSH bagi rakyat golongan menengah ke bawh melalui pemberian fasilitas KPR RSH. Tahun 2004, dari target yang ditetapkan sebanyak 60 ribu unit RSH dengan anggaran KPR Rp. 1,32 triliun, BTN mampu mencapai 68.747 unit RSH dengan KPR sebesar Rp. 1,74 triliun.             Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2005, BTN menargetkan pemberian kredit baru pada tahun 2005 sebesar Rp. 4,08 triliun, lebih besar dari realisasi kredit baru tahun 2004 yang mencapai Rp. 3,98 triliun. Dari total target kredit tahun 2005 itu , 91,84 % atau Rp. 3,47 triliun akan disalurkan unutk membiayai kredit perumahan dan pendukung perumahan. Namun, angka ini lebih rendah dari total realisasi kredit perumahan. Namun, angka ini lebih rendah dari total realliasi kredit perumahan dan pendukung perumahan tahun 2004 yang mencapai Rp. 3,917 triliun.             Kodradi juga menyebutkan, angka Rp 3,747 triliun tersebut terdiri Rp 2,887 triliun untuk kredit perumahan dan Rp 860 miliar untuk kredit pendukung perumahan. Untuk keseluruhan kredit perumahan tersebut, Rp 2,35 akan disalurkan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) triliun dan sisanya Rp 537 miliar untuk kredit non-KPR. Secara lebih rinci, dari total KPR Rp 2,35 triliun, Rp 1,765 triliun untuk KPR subsidi dan sisanya Rp 585 untuk KPR non-subsidi.             Pada tahun lalu BTNmampu melampaui target pemberian kredit baru yang ditetapkan dalam RKAP. Dari estimasi Rp 3,33 triliun, BTN mampu merealisasikan Rp 3,98 triliun. Dari total realisasi ini, Rp 3,095 triliun untuk kredit perumahan, Rp 816,63 untuk kredit pendukung perumahan dan sisanya Rp 72,79 triliun untuk kredit lainnya.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130