Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Belum Naikkan Suku Bunga Kredit

17/05/2005
 
Suku bunga Sertifikasi Bank Indonesia (SBI) menunjukkan kecenderungan terus meningkat tapi tak membuat Bank Tabungan Negara (BTN) buru-buru menaikkan tingkat suku bunga kredit.             “Kita belum menaikkan suku bunga kredit, kita tidak bisa terburu0buru melakukan itu,” kata Dirut BTN Kodradi. Ia mengakui, kenaikan suku bunga SBI dan kenaikan tingkat inflasi akan mempengaruhi tingkat bunga kredit yang disalurkan oleh dunia perbankan.             Kodradi mencontohkan di Amerika Serikat dengan tingkat inflasi yang relatif stabil, kenaikan bunga dari bank sentralnya dari satu persen menjadi tiga persen, sudah dianggap sangat tinggi. Sedang di Indonesia yang tingkat inflasinya sudah delapan persen (year on year) sementara tingkat bunganya masih 12 hingga 13 persen.             Karena itu, lanjutnya, masalah perbankan di Indonesia sebenarnya bukan masalah tingginya suku bunga, tetapi tingginya tingkat inflasi. “Kalau inflasi bisa ditekan, tentu tingkat bunga juga bisa ditekan,” katanya.             Ketika ditanya berapa tingkat bunga yang seharusnya diberikan oleh perbankan dengan tingkat inflasi seperti ini, Kodradi mengatakan, masing-masing bank memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.             “Masing-masing punya perhitungan, tetapi itu akan tergantung dari tingkat bunga dana yang dihimpun, tingkat efisiensi operasi, besarnya kredit bermasalah (non performing loan/NPL), dan spread (keuntungan) yan diinginkan bank,” katanya.             Menurut dia, berbagai kondisi itu mendorong perbankan menaikkan tingkat suku bunga kreditnya. Namun di sisi lain perbankan juga menghadapi tuntutan dari masyarakat agar menurunkan tingkat suku bunga. “Di sini ada anomaly, tapi kita terburu-buru, masing-masing bank punya target,” katanya.             Menanggapi kasusu yang terjadi di Bank Mandiri, Kodradi yang juga Sekjen Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) menyarankan agar penanganan oleh aparat penegak hukum lebih proporsional.             “Artinya penindakan itu dilakukan sebatas kebutuhan saja, jangan sampai berdampak negatif karena perbankan adalah bisnis yang mengandalkan kepercayaan, apalagi bank itu adalah bank BUMN,” katanya.             Ia menyebutkan, jika harga saham bank itu anjlok, maka pemerintah dan rakyat sendiri yang akan merasakan dampak negatifnya. “Usaha perbankan harus dijaga supaya kondusif, kepercayaan tetap terjaga,” tegas Kodradi.       
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130