Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Bersama Membangun Rumah Manis dan Indah

17/03/2006
 
New Page 1 'Peresmianproyek rumahsederhanasehat (RSh)ke-100.000 di Semarang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) belum lama ini seolah membangunkan para pengembang untuk menyukseskan proyek sejuta rumah yang dicanangkan tahun 2004 lalu.' PROYEK sejuta RSh itu sendiri, jika lancar, baru akan rampung pada 2009. Para pengembang sendiri sebelumnya banyak yang pesimistis program tersebut bakal terealisasi, karena berbagai kendala, seperti keterbatasan lahan, perizinan yang berbelit-belit, biaya komponen pembangunan rumah yang terus naik, bunga bank yang masih tinggi, dan sebagainya. Kenyataan itu juga diakui Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ari. Pengembang, katanya, selama ini masih dihadapkan pada kendala, seperti sulit mencari lahan, daya beli masyarakat yang rendah, bahkan belum tersedianya listrik. "Sebagus apa pun rumah yang dibangun kalau tidak ada listrik, ya nggak bakal laku," katanya. Namun dra optimistis proyek sejuta rumah secara nasional akan terwujud, jika semua pihak berkomitmen untuk mewujudkannya, baik pemerintah maupun para pengembang sendiri. Presiden SBY sendiri memberikan lampu hijau untuk proyek tersebut. Pasalnya, menurut Kepala Negara saat meresmikan RSh ke-100.000 unit persisnya 102.335di kompleks perumahan Puri Dinar Mas, Tembalang, Semarang, masih banyak anggota masyarakat yang sampai sekarang belum punya rumah atau tinggal di hunian yang layak huni. "Ayo, bersama-sama kita membangun rumah yang manis dan indah dengan harga yang terjangkau," katanya. Untuk itu, kepada para pengembang anggota Real Estate Indonesia (REI), Presiden berharap jangan berhenti membangun dan menyediakan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. "Tingkat kesejahteraan rakyat yang akan kita sejahterakan, tolok ukurnya adalah tersedianya rumah untuk mereka," ujar SBY. Persoalannya semudah itukah? Sebab di lapangan, seperti diakui Ketua Umum DPP REI Lukman Purnomosidi, para pengembang masih menghadapi berbagai kendala, satu di antaranya adalah perizinan menyangkut pengadaan lahan untuk proyek perumahan. SBY menegaskan, segala urusan, apalagi menyangkut pengadaan RSh harus dipermudah. Dia minta kepada aparat pemerintah agar mempermudah semua urusan. "Saya tidak ingin ungkapan yang pernah populer kalau urusan bisa dipersulit mengapa dipermudah dihidupkan kembali," katanya. "Saya juga telah minta kepada Badan Pertanahan Nasional untuk memberikan kemudahan bagi proyek ini," tegasnya. Namun kepada para pengembang, Presiden pun minta agar terus meningkatkan profesionalitasnya dalam membangun RSh. "Buatlah RSh yang berkualitas dan ikhlaslah membangun RSh, sebab kalau kita ikhlas, Tuhan pasti akan memberikan rezeki lewat rumah menengah atas yang kita bangun," katanya lagi. RSh yang sekarang ini siap huni memang belum sebanding dengan jumlah mereka yang membutuhkan. Sekadar contoh, di Jawa Tengah, menurut Gubernur Jateng Mardiyanto, masih ada 1,8 jutarumah yang tidak layak huni. Itu berarti, sebanyak itu pulalah yang membutuhkan rumah yang disebut SBY sebagai "rumah manis dan indah". Jika pun SBY akhirnya meresmikan RSh yang ke-100.000 di Semarang tempo hari, itu merupakan komitmen pemerintah dan pengembang anggota REI untuk merealisasikan program sejuta rumah yang populer dengan sebutan "Gerakan Nasional Pengembangan Sejuta Rumah (GNPSR)." RSh yang totalnya sudah mencapai 102.335 unit, sebagian besar ada di Jawa Barat (32.220 unit). Menyusul kemudian Jawa Timur (12.193 unit), dan Provinsi Banten (9.345 unit). Rumah-rumah tersebut, menurut Lukman Purnjurjgsidi, sebagian sudah dalam proses pembangunan, sebagian sudah dihuni, sudah akad kredit melalui kredit pemilikan rumah (KPR) Bank BTN. Beruntung dalam pengadaan RSh, BTN, bank yang selama ini concern membantu masyarakat golongan menengah yang membutuhkan RSh tetap peduli untuk terus menyalurkan KPRnya. Menurut Direktur Utama Bank BTN Kodradi, dari 100.000 RSh yang diresmikan Presiden tempo hari, 97% di antaranya melalui KPR BTN. "BTN masih tetap pada komitmennya untuk mendukung program pembangunan perumahan nasional," katanya. Oleh sebab itu, tidak berlebihan jika Presiden SBY berharap, tahun depan dia diundang lagi oleh REI untuk meresmikan proyek kesekian ratus RSh.(Gty/S-2) MEDIA/AGUNG SASTRO SEJUTA RUMAH: Berbagai kendala masih menghinggapi pelaksanaan program Gerakan Nasional Pengembangan Sejuta Rumah (GNPSR) yang sudah mulai dicanangkan pada masa pemerintahan Presiden Megawati dulu. Tanpa komitmen yang tinggi dari pemerintah, pengembang, perbankan, dan stakeholder properti yang lain, rasanya sulit untuk mencapai target pembangunan satu juta rumah pada 2009 nanti.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130