Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Biar Kinerja Bapertarum Lebih Efektif

25/09/2007
 
Iuran Rusuna PNS Naik Dianggap kurang atraktif dalam sinergi kerjanya, Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-PNS) akan menaikan iuran Rusuna PNS. KENAIKAN iuran itu, seperti diungkapkan Ketua Pelaksana Sekretariat Tetap Bapertarum-PNS, Alisjahbana didasarkan pada gaji PNS yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. "Kami mengharapkan iuran dapat meningkat, karena gaji PNS juga terus mengalami kenaikkan. Sedangkan iurannya masih belum meningkat. Hal ini juga untuk meningkatkan pelayanan di bidang kualitas dan kuantitas dari kinerja Bapertarum," jelasnya di sela-sela penandatanganan MoU antara Bapertarum dengan 8 Bank, kemarin. Walau mengalami kenaikan, hingga kini ia belum bisa mempublikasikan berapa besar kenaikan iuran tersebut. "Besar kenaikannya sudah ditentukan dan dipastikan tidak akan memberatkan. Tapi hal ini, wewenang Menteri untuk mempublikasikannya disaat yang tepat. Jadi bukan hak saya menjawabnya," tandas Alisjahbana. Selama ini setiap bulannya gaji PNS dipotong Rp 3.000 untuk Golongan I, Rp 5.000 untuk Golongan II, Rp 7.000 untuk Golongan III dan Rp 10.000 untuk Golongan IV. Seluruh dana potongan itu dihimpun ke dalam rekening Bapertarum-PNS yang ditempatkan di sejumlah bank. Selain meningkatkan iuran bulanan bagi PNS, salah satu langkah memperlancar jalannya proses proyek 1000 Tower Rusuna, Bapertarum juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan sejumlah bank untuk menyalurkan dana Pinjaman Biaya Membangun (PBM). Kerjasama yang ditandatangani, meliputi Kerjasama Pinjaman Uang Muka (PUM) dengan Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bina Rahmah Bogor, Perjanjian Kerjasama Pinjaman Lunak Konstruksi (PLK) dengan Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Perjanjian Kerjasama Pinjaman sebagian Biaya Membangun Rumah (PBM) dengan Bank Pembangunan Daerah Aceh, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Kalimantan Tengah, Maluku, Bank Bumiputera dan BPRS Bina Rahmah Bogor. "Dalam memenuhi kepemilikan terhadap Rusuna, Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan PNS telah mendapat subsidi Uang Muka dan melalui Bapertarum, PNS juga dapat memperoleh pinjaman dengan tujuan agar dapat lebih mampu mendapatkan Rusuna," katanya. Alisjahbana juga menambahkan, Bapertarum juga memberikan pinjaman maksimal untuk Rusuna sebesar Rp 20 juta sedangkan untuk PUM untuk landed house maksimal sebesar Rp 10 juta. Bunga pinjaman yang ditetapkan oleh pemerintah untuk saat ini berkisar 7,5 persen. "Kemungkinan ke depan akan mengalami penurunan tergantung dari situasi dan kondisi perekonomian di hari-hari ke depan," ungkapnya. Ditargetkan, pinjaman KPR/KPRS untuk PNS dapat memfasilitasi 600 ribu orang dengan jangka waktu dari 2006 hingga 2010. Fasilitas ini juga dapat dinikmati para pensiun PNS yang sebelumnya hanya mendapat uang pensiunan. "Dulu mereka yang sudah dapat bantuan sebesar Rp 1,2 juta tidak mendapat pinjaman lagi tapi sekarang mereka mendapat pinjaman mulai dari Rp 10 hingga Rp 20 juta dan dapat tabungan ditambah bunga atau tabungan secara penuh," tambah Menpera yang juga Ketua Harian Bapertarum, Yusuf Asy'ari. Sebelumnya, telah terjalin kerja sama antara Bapertarum dengan 20 Barik Pembangunan Daerah dan satu Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) sebagai Bank Pelaksana untuk dana Bapertarum. "Selama ini kita mengenal BTN, BNI, Bukopin sebagai Bank Pelaksana BapertarumPNS, kini dilengkapi lagi dengan 20 BPD ditambah 1 BPRS," ujar Alisiahbana. TYA m
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130