Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Bunga KPR dan Harga Material Naik Sebabkan Penjualan Rumah Turun

18/10/2005
 
Semarang, Bisnis RM Kenaikan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang diikuti dengan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) Bank BTN diperkirakan akan menurunkan permintaan rumah. Terutama untuk tipe rumah kecil dan sederhana yang selama ini mendominasi penjualan rumah. Djoko Santoso, pengembang PT Semarang Jaya Metro yang membangun perumahan Bukit Kencana Jaya, baru-baru ini mengatakan, penurunan penjualan itu juga disebabkan melonjaknya harga rumah akibat kenaikan harga material bangunan, seperti semen, pasir, kayu dan lainnya. Dia mengatakan, sebelumnya permintaan rumah kecil dan menengah sempat membaik, namun kenaikan harga BBM yang diikuti kenaikan harga material, kemudian kenaikan suku bunga KPR, dipastikan akan melemahkan permintaan. "Apalagi pada saat bersamaan daya beli masyarakat juga cenderung melemah," ujar dia. Sebelumnya, BTN mulai Senin (10/10) menaikkan semua bunga kreditnya menjadi 16%. Bunga kredit rumah dengan harga di bawah Rp 50 juta semula 14,5%. Kategori rumah dengan harga Rp 50 juta-Rp150 juta bunga semula 14%, dan kredit griya utama dan ruko dengan harga di atas Rp150 juta bunga semula 13,5%. Djoko mengatakan, pengembang mustahil bisa mengendalikan kenaikan harga rumah yang didorong kenaikan bunga KPR tersebut. Apalagi kini harga bahan bangunan juga melonjak 20-30%, sehingga kian mendorong kenaikan harga rumah yang dijual melalui KPR. "Harga jual rumah tetap akan naik, karena bunga BTN naik. Konsumen mungkin mengambil sikap menunggu untuk membeli rumah," kata Djoko Santoso, yang juga salah satu pengurus DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng. Ia memperkirakan penurunan penjualan rumah mencapai 30%. . imq  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130