Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Bunga KPR yang Terjangkau Delapan Persen

16/12/2005
 
New Page 1 Bunga ideal. Belum terlaksana. Tergantung sikap pemerintah. Bank Pembangunan Asia (ADB). JAKARTA - Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Erika Suroto, mengatakan, bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang terjangkau maksimal delapan persen. Sementara bunga kredit pemilikan rumah saat ini rata-rata masih di atas 10 persen. "Secara umum dalam peraturan internasional bunga kredit pemilikan rumah yang terjangkau maksimal delapan persen," kata Erika sebelum penandatanganan nota kesepemahaman (MoU) antara Bank Pembangunan Asia dengan Departemen Keuangan di Jakarta, Rabu (14/12). Dalam nota kesepahaman itu Bank Pembangunan Asia menyerahkan hibah bantuan teknis (technical assistant) bagi Sarana Multigriya Finansial senilai 600 ribu dolar AS. Kapan bunga kerdil pemilikan rumah sampai pada posisi ideal tersebut, ia mengatakan, tergantung dari dukungan pemerintah terkait dari regulasi yang dikeluarkan. "Sebelum Sarana Multigriya Finansial ada, segala peraturan mengacu kepada pasar primer perumahan. Sekarang dengan adanya pasar sekunder perlu adanya penyesuaian regulasi seperti dalam perpajakan, pertanahan, dan eksekusi hak tanggungan." Menurut Erika, itu tidak berarti pihaknya meminta monopoli atau hak khusus terhadap kredit pemilikan rumah. Pada dasarnya, ucap Erika, pendirian PT Sarana Multigriya Finansial adalah untuk menghubungkan investor (pemilik dana) dengan lembaga keuangan pemberi kredit pemilikan rumah. "Lembaga keuangan penyalur kredit pemilikan rumah tetap mempunyai kapasitas pemberian kredit cuktip besar sehingga akan bisa terus menyalurkan kredit pemilikan rumah yang terjangkau." Permintaan turun Sebelumnya, sekitar pertengahan November 2005, sempat muncul perkiraan bahwa kenaikan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang diikuti dengan bunga kredit pemilikan rumah Bank Tabungan Negara akan menurunkan permintaan rumah. Terutama untuk tipe rumah kecil dan sederhana yang selama ini mendominasi penjualan rumah. Djoko Santoso, pengembang PT Semarang Jaya Metro yang membangun perumahan Bukit Kencana Jaya, pernah mengatakan, penurunan penjualan itu juga disebabkan melonjaknya harga rumah akibat kenaikan harga material bangunan, seperti semen, pasir, kayu, dan lainnya. Sebelumnya permintaan rumah kecil dan menengah sempat membaik. Namun kenaikan harga minyak yang diikuti kenaikan harga material kemudian kenaikan suku bunga kredit pemilikan rumah, dipastikan akan melemahkan percintaan.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130