Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Bunga Obligasi BTN 9,125%

Sumber: Seputar Indonesia Pagi, Rabu, 08 Juni 2011
10/06/2011
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menawarkan bunga obligasi XV perseroan sekitar 8,625-9,125%. Obligasi senilai Rp2 triliun tersebut akan jatuh tempo dalam kurun waktu 10 tahun.
 
Dalam penerbitan obligasi kali ini,BTN menggandeng Bahana Securities, CIMB Securities Indonesia, dan Danareksa Sekuritas sebagai joint lead underwriter. Obligasi ini mendapatkan peringkat idAA (stable outlook) dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan diharapkan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Juni 2011.

Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah mengatakan, dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi ini seluruhnya akan dipergunakan sebagai sumber pembiayaan kredit, khususnya kredit perumahan.Melihat pertumbuhan kredit BTN yang sangat tinggi pada beberapa tahun terakhir, yaitu sekitar 27%, kebutuhan pendanaan juga akan sangat besar, ujar Evi saat konferensi pers due diligence dan paparan publik penerbitan obligasi di Jakarta kemarin.

Menurut Evi, dengan permintaan rumah sekitar 800.000 unit per tahun, BTN memprediksi realisasi kredit perumahan akan tetap tinggi pada tahun- tahun mendatang. Sampai dengan Desember 2010,kredit perumahan mendominasi dengan angka 90,9% dari total kredit yang disalurkan BTN. Evi menuturkan, BTN menargetkan pembiayaan hingga akhir tahun sebesar Rp26 triliun.

Untuk itu, BTN membutuhkan tambahan dana lain yang bersumber di luar dana pihak ketiga (DPK). Target kita tidak akan berubah,mungkin lebih besar kalau supply dari pengembang juga besar terutama yang fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP),katanya. Penerbitan obligasi ini, lanjut dia, merupakan salah satu penghimpunan dana wholesale sebagaimana tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2011.

Selain melalui obligasi, penghimpunan dana BTN juga berasal dari sekuritisasi tagihan KPR atau Efek Beragun Aset (EBA) sebesar Rp1 triliun yang rencananya akan Dieksekusi pada semester kedua. Selain itu,juga berasal dari penerimaan angsuran KPR sekitar Rp8-9 triliun hingga akhir tahun, DPK sekitar Rp14 triliun hingga akhir tahun, serta dari transaksi Repo tagihan KPR dengan SMF.

Pembayaran tagihan tahun lalu sekitar Rp700-800 miliar per bulan,tahun ini naik menjadi Rp1 triliun per bulan karena ekspansi besar. Selain itu, biasanya kalau kredit cair kan debitur sudah mulai angsur, tuturnya. Sementara itu,PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) juga menerbitkan obligasi sebesar Rp500 miliar. Penerbitan obligasi ini dimaksudkan untuk ekspansi kredit, ujar Direktur Utama BPD NTT Daniel Tagu Dedo.

Presiden DirekturArthaAdvisindo Sekuritas Andri Rukminto selaku penjamin emisi obligasi mengatakan,Obligasi I Bank NTT Tahun 2011 ini ditawarkan dengan bunga tetap,di mana tenornya dibagi menjadi tiga. Untuk seri A berjangka waktu tiga tahun dengan kisaran bunga 9,5-10,25%, sedangkan seri B dengan tenor lima tahun bunganya 10,5-11,1% dan untuk seri C berjangka waktu tujuh tahun ditawarkan dengan bunga 10,75-11,5%.

Direktur Utama BPD NTT Daniel Tagu Dedo mengungkapkan, pada 2011 perseroan menargetkan kredit menjadi sekitar Rp3,8 triliun atau tumbuh 30% dari akhir tahun lalu sebesar Rp2,793 triliun. Ekspansi kredit tersebut terutama untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah dengan porsi 70% dan 30% untuk kredit industrialisasi komoditi unggulan seperti kakao, kacang mete, rumput laut,dan sapi. Erichson sihotang
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130