Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Calon Direksi BTN Harus Dukung Program RSH

16/03/2006
 
New Page 1 JAKARTA - Para pengembang berkeinginan agar siapa pun yang menjabat pimpinan PT Bank Tabungan Negara harus memiliki komitmen dalam mendukung pengembangan rumah sederhana sehat (RSH). Selain harus seorang bankir, sosok pimpinan Bank Tabungan Negara (BTN) nantinya memiliki kemampuan dalam bidang yang ditangani, yaitu pembiayaan perumahan. Kecuali itu, calon direksi bank pelat merah itu juga sarat pengalaman dalam urusan pembiayaan RSH. "Jangan sampai nanti sosok yang ditunjuk tidak punya pengalaman dalam pembiayaan murah, tapi justru membiayai sektor lain di luar rumah," ujar Ketua Umum REI Lukman Purnomosidi di Jakarta, Rabu (15/3). Lukman mengungkapkan, BTN mengemban tugas mulia, yaitu menyediakan pendanaan rumahbagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan mendukung Gerakan Nasional Pengembangan Sejuta Rumah (GNPSR). Data menunjukkan, tahun lalu BTN mengucurkan dana Rp 1,774 triliun untuk pembiayaan 62.099 unit rumah yang dibeli lewat fasilitas kredit pemilikan rumah bersubsidi. Secara terpisah, Sekjen Apersi Muhammad Boy Saleh mengatakan, calon direktur utama (dirut) BTN sebaiknya berasal dari internal bank tersebut. Pasalnya, orang dalam lebih mengetahui secara detail permasalahan yang dihadapi perusahaan. Wakil Ketua Umum REI Bidang RSH Teguh Kinarto mengungkapkan, pergantian posisi dirut badan usaha milik negara (BUMN) berada di tangan Menteri Negara BUMN Sugiharto. Semua prediksi, kata dia, akan mentah begitu saja saat Meneg BUMN punya calon yang "dijagokan". Pergantian direksi BTN seharusnya dilakukan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Februari 2006. Namun, saat itu pemerintah belum memutuskan calon pimpinan bank yang fokus pada pembiayaan sektor perumahan ini. Pasalnya, tim penilai akhir (TPA) masih menggodok sejumlah nama yang bakal menjadi pimpinan BTN. Saat ini, sejumlah nama beredar untuk menggantikan Kodradi, dirut BTN. Dari dalam perusahaan tiga nama dijagokan, yaitu Siswanto (saat ini direktur kredit), Iqbal Latanro (direktur ritel), dan Fatchudin (direktur sumber daya manusia). Sedangkan di luar BTN, mantan direktur utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Aries Mufti menjadi pesaing serius menggantikan Kodradi. Bahkan, Menneg BUMN disebut-sebut menjagokan sarjana ekonomi Universitas Indonesia ini. Dikonfirmasi terpisah, Siswanto mengaku belum mengetahui siapa calon kuat dirut perusahaannya. Namun, ia berharap, dirut BTN nanti berasal dari internal bank pelat merah itu yang mengetahui perjalanan bank tersebut. "Dia harus mengetahui pahitmanisnya perjuangan BTN dalam mengurus perumahan rakyat," katanya. Namun, Siswanto tidak menampik bila pemerintah menunjuk orang di luar BTN menjadi dirut. Sepanjang calon tersebut dapat melaksanakan manajemen perbankan yang sehat sesuai prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik, kata Siswanto, orang di luar BTN bisa saja ditunjuk menjadi dirut. Teguh Kinarto menilai, Siswanto paling pantas menduduki kursi dirut BTN. "Ia berpengalaman dalam menangani kredit perumahan," ujar dia
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130