Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


DIA MEMANG PANTAS DIPEREBUTKAN

30/05/2005
 
Kini mata semua orang terbuka, kenapa banyak bank yang ingin mencaplok BTN. Soalnya, BTN sekarang bukanlah BTN beberapa tahun lalu. Lima tahun lalu, mungkin tak banyak yang menyangka kalau bank ini akan tumbuh seperti sekarang. Bahkan dulu, beberapa kalangan menyarankan agar bank yang awalnya bernama Postpaarbank ini dibubarkan saja. Maklum ,setelah dihajar krisis moneter, seperti yang dialami bank-bank lain di Indonesia, BTN mengalami blooding yang cukup serius. Selama kurun waktu tiga tahun, kerugiannya sungguh memprihatinkan. Pada tahun 1998, 1999, dan tahun 2000, bank ini merugi masing-masing Rp 9,6 triliun, Rp 3,4 triliun, dan Rp 1,5 triliun. Menyedihkan memang. Untunglah penderitaan akibat krismon itu tidak berkepanjangan. Setelah manajemen melakukan pembenahan di semua sektor, BTN kini muncul sebagai bank yang layak diperhitungkan. Bahkan, ya itu tadi, bank ini telah menjadi rebutan bank-bank besar lainnya. Ini merupakan sesuatu yang wajar. Sebab, dari tahun ke tahun, kinerjanya terus membaik. Di akhir tahun lalu, bank ini berhasil mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp 370 miliar. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, keuntungan ini berarti meningkat Rp 241 miliar atau 187%. Laba yang tak kalah besarnya, tampaknya bakal diraih di tahun ini. Sebab, hingga akhir triwulan I yangbaru lalu saja, BTN telah berhasil mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp 141 miliar lebih. Begitu pula indikator keuangan lainnya terlihat naik dengan signifikan. Tingkat kecukupan modal ( CAR) bank ini kini telah mencapai 18,79%. Itu setelah menghitung risiko kredit dan risiko pasar. Sementara kredit bermasalahnya hanya 1,08%. LDR atau rasio kredit berbanding dana pihak ketiganya juga lumayan, yakni 75,45%. Ini berarti jauh lebih tinggi dibandingkan LDR rata-rata perbankan nasional yang masih berada di kisaran 50%. Dan tahun ini, kata Kodradi, bank yang dipimpinnya akan terus mengucurkan kredit-kredit baru hingga angkanya mencapai Rp 4 triliun lebih. Lantas kemana kredit itu disalurkan? Inilah kelebihan BTN dibandingkan dengan bank-bank lain. Sebab, sekitar 90% dari jumlah itu akan ditujukan untuk membiayak KPR serta kredit lain yang terkait dengan perumahan, misalnya kredit untuk pengembang. Kelebihan lain, secara operasional BTN kini semakin efisien. Salah satu indikasinya, ketergantungan terhadap subsidi pemerintah semakin mengecil. Di tahun lalu, bank ini berhasil menekan bersubsidi menjadi tinggal 4,7%. Padahal, di tahun 2000, kredit jenis ini masih berada dia atas 77%. Itu sebabnya, kata Kodradi, misi utama berikutnya yang mesti digarap ekstra serius oelh manajemen adalah menurunkan kredit bersubsidi serendah mungkin. Tanpa harus menghilangkan perannya dalam mendukung program perumahan yang ditetapkan pemerintah. Ini sesuai dengan misi pemerintah yang menempatkan BTN sebagai bank umum yang memfokuskan pembiayaan di bidan perumahan nonsubsidi.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130