Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Dana Perumahan Dari APBN Dipertimbangkan Naik Satu Persen

02/11/2007
 
New Page 1 SBY: Satu Sen Pun Harus Dipertanggungjawabkan. Semoga saja janji Presiden untuk komit pada perumahan rakyat lewat kenaikan anggaran APBN bukan janji belaka dan dapat segera direalisasikan. Namun, SBY juga minta agar dana perumahan rakyat itu bisa dipertanggungjawabkan. SBY menilai usulan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) agar anggaran untuk sektor perumahan dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masuk akal demi mempercepat pemenuhan program pembangunan rakyat. "Ini masukan yang baik, namun harus dipertimbangkan dan disinkronkan dengan pos-pos lainnya dalam APBN," ujar SBY dalam sambutannya di peresmian pembangunan 100 ribu unit Rumah Sederhana Sehat (RSH) yang dipusatkan di perumahan Citra Indah, Jonggol, Bogor, Jawa Barat, kemarin. SBY berjanji segera membahas kemungkinan memperbesar porsi anggaran bagi penyediaan perumahan rakyat, khususnya RSH di APBN. "Saya akan meminta para menteri mencari perhitungan yang sinkron guna menambah anggaran bagi pembangunan rumah rakyat," lanjut SBY. Sinyal positif dari presiden akan penambahan APBN bagi perumahan rakyat juga dibarengi permintaan agar bisa dipertanggungjawabkan. "Masukan itu kami terima dengan persyaratan anggaran yang sudah diterima harus dapat dipertanggungjawabkan setiap sennya," ungkap SBY. Di tempat yang sama, presiden juga menginstruksikan Menteri Negara Perumahan Rakyat, Pemda/Pemkot dan pihak perbankan memberikan kemudahan dalam bentuk peraturan yang realistis bagi kegiatan pembangunan rumah rakyat lewat terus mengeluarkan dan memantau kebijakan yang memotivasi pembangunan RSH. Salah satunya dengan PP No 31/2007 tentang Pembebasan PPn bagi RSH, Keppres tentang Percepatan Pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik dan kemungkinan insentif lainnya. REI sendiri kembali memenuhi janjinya menyelesaikan 100 ribu unit RSH untuk yang kedua kalinya. 100 ribu unit sebelumnya, Maret 2006 lalu sudah diluncurkan di Semarang. "Saya memang telah berjanji jika REI berhasil membangun 100 ribu unit RSH untuk kedua kalinya, undanglah saya lagi," ungkap SBY. Pembangunan 100 ribu rumah oleh REI ini sendiri telah tuntas proses pembebasan tanahnya, telah bersertifikat Izin Guna Bangunan dan telah Akad Kredit dengan dukungan Bank BTN dan pihak perbankan lainnya. "Dalam pembangunan rumah ini, REI berperan memberikan sumbangan ekonomi karena turut menggerakkan industri bahan bangunan, jasa konstruksi, sektor perbankan, sektor informal serta kegiatan UKM lainnya," beber Ketua Umum DPP REI, Lukman Purnomosidi. Sebagai catatan, pembangunan RSH sendiri setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan di tiga tahun belakangan ini. Di tahun 2005 terbangun 78 ribu unit, 2006 terbangun 83 ribu unit sedangkan tahun 2007 ini diperkirakan dapat terbangun sekitar 95 ribu hingga 100 ribu unit. "Pertumbuhan kebutuhan akan perumahan setiap tahunnya dapat mencapai 800 ribu unit ditambah jumlah tunggakan penyediaan perumahan (backlog, red) yang sudah mencapai 6 juta unit. Untuk mengurangi backlog tersebut dibutuhkan perkembangan yang dilakukan secara terusmenerus," terang Menpera, Yusuf As'yari. Dalam peresmian ini juga dilakukan penyerahan secara simbolis kepada para penghuni serta penyerahan bantuan atau Pinjaman Uang Muka dari PT Jamsostek, YKPP Dephan, Bapertarum dan KPR Tabungan Disiplin TNI AL serta penyerahan Perjanjian Kredit dari Bank BTN. Kesempatan ini juga digunakan REI menyampaikan masukan kepada Presiden untuk membuat terobosan politik dalam mencapai keberhasilan pembangunan perumahan khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). "REI mengusulkan untuk mensejajarkan posisi sektor perumahan rakyat dengan sektor lain yang sama pentingnya seperti sektor pendidikan, kesehatan dimana tidak perlu untuk mendorongnya hingga 20 persen, secara berangsur-angsur satu persen dari APBN sudah cukup," ungkap Lukman. Peresmian kali ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atas dijalankannya percepatan pembangunan perumahan untuk pegawai negeri sipil, perumahan anggota TNI-Polri dan perumahan pekerja serta penandatanganan percepatan pembangunan Rumah Susun Sederhana (Rusuna) disertai dengan konsolidasi lahan perkotaan. Perihal lokasi peresmian yang dipilih di Perumahan Citra Indah bukan tanpa alasan. "Peresmian kali ini dilakukan disini sebagai contoh agar pengembang lain dapat mencontoh apa yang telah dilakukan Ciputra merupakan perhatian yang besar sebagai salah satu perwujudan konsep perumahan yang seimbang yaitu 1:3:6," ungkap Yusuf. (Rakyat Merdeka) TYA
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130