Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Dana Subsidi RSH Terserap Rp 327 M

16/01/2007
 
New Page 1 JAKARTA-Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) selama 2006 mengucurkan dana subsidi Rp 327 miliar dari total anggaran Rp 252 miliar untuk pengembangan rumah sederhana sehat (RSH). Sementara itu, realisasi kredit pemilikan rumah sederhana sehat (KPRSH) hingga 31 Desember 2006 mencapai 86.620 unit. Total realisasi RSH bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada tahun lalu berasal dari KPRSH bersubsidi sebanyak 77.488 unit, KPRS 511 unit, dan KPR Syariah sekitar 195 unit. "Sedangkan sisanya sebanyak 8.426 unit berasal dari KPR nonsubsidi," ujar Asisten Deputi Pembiayaan Bidang Investasi Kemenpera Edhi Pudjianto kepada Investor Daily di ruang kerjanya, Senin (15/1). Edhi mengungkapkan, tahun ini pemerintah menganggarkan subsidi RSH sekitar Rp 300 miliar. Namun, dana tersebut akan dikurangi Rp 75 miliar untuk 'menalangi' anggaran 2006, sehingga total bujet subsidi RSH 2007 sekitar Rp 225 miliar. "Usulan kami ke DPR untuk subsidi RSH tahun ini sih sekitar Rp 1,7 triliun. Jadi, ada kekurangan sekitar Rp 1,4 triliun," ujar Edhi. Dia mengungkapkan, pada 2007 Kemenpera meningkatkan subsidi KPR dari sebelumnya berkisar Rp 5-9 juta menjadi Rp 10-15 juta. Kenaikan subsidi itu akan dilakukan terkait rencana pemerintah menaikkan harga jual maksimum RSH subsidi, yaitu Rp 49-50 juta. "Namun, kami belum dapat memastikan kapan waktunya, karena masih dalam pertimbangan Pak Menteri," ujar Edhi. Pada bagian lain penjelasannya, Edhi mengatakan, tahun ini Kemenpera akan memfasilitasi KPR bagi 138 ribu unit rumah. Jumlah KPR yang akan difasilitasi tersebut terdiri atas lio ribu untuk KPRSH, 28.800 unit KPRS, dan 10.000 unit KPR untuk rumah susun sederhana milik (rusunami). "Untuk rusunami, kami hanya memberikan subsidi selisih bunga,"ujar Edhi. Berbeda dari 2006, pada 2007 Kemenpera memberikan subsidi selisih uang muka bagi KPRSH sebanyak 10% dari jumlah total KPR yang diproyeksikan. Dengan target sekitar 110 ribu unit, subsidi selisih bunga diberikan bagi 11 ribu unit KPR. "Tahun lalu kami memberikan untuk semua target, tapi sekarang hanya 10% saja. BTN selama ini lebih banyak memberi subsidi uang muka daripada selisih bunga," ujar Edhi,  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130