Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Daya Serap Kredit RSH tidak Berkurang

22/04/2008
 
New Page 1 BANDUNG.(PR). Kenaikan harga jual rumah sehat sederhana (RSH) bersubsidi tidak membuat daya serap kredit pemilikan rumah (KPR) berkurang. Sebab, besaran angsuran kredit yang harus ditanggung debitur RSH bersubsidi tidak mengalami kenaikan. "Perlu diketahui, naiknya harga RSH (bersubsidi) itu tidak berarti menaikkan angsuran. Karena peran BTN cukup besar untuk turunkan tingkat bunga secara bertahap sejak awal tahun ini. Kalau awal tahun lalu (2007), bunga pasarnya BTN sempat 14%, tapi sekarang 12%. Jadi, tidak mengurangi daya serap kredit. Mengapa tidak kurangi daya serap kredit karena angsurannya tidak naik," ujar Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Iqbal Latanro seusai meresmikan Kantor Cabang BTN Cimahi di Jln. Raya Timur No. 475 Cimahi. Sebagaimana diberitakan, pemerintah menaikkan harga jual RSH dari semula Rp 49 juta menjadi Rp 55 juta. Kenaikan ini merupakan respons pemerintah atas desakan para pengembang sehubungan dengan kenaikan bahan baku bangunan, seperti paku, semen, dan kayu. Meski tidak disebutkan lebih lanjut terkait dampak kenaikan harga jual RSH bersubsidi tersebut, Iqbal menjelaskan, BTN tetap optimistis untuk terus mengembangkan kredit atau pembiayaan perumahan ke depan. "Kita menyadari karena bisnis BTN itu ritel maka pembukaan outlet menjadi salah satu strateginya, terutama dengan melakukan penetrasi pasar di daerah," ujarnya. Meski tidak menyebutkan secara persis berapa pangsa pasar kredit BTN di wilayah Jabar, Iqbal mengakui, pangsa pasar BTN di Jabar secara bisnis properti sebenarnya belum optimal, terutama di wilayah Bandung. Hanya beberapa wilayah, seperti Bekasi dan Purwakarta yang cukup menonjol. "Karena itu, kami akan terus mendorong, menata kembali, dan melakukan penetrasi pasar di wilayah Bandung. Padahal, wilayah ini terkenal dengan usaha perumahannya. Yang penting, kami akan terus dorong BTN di daerah ini," katanya. Menyinggung potensi kredit di Cimahi, Iqbal menilai ada peluang bisnis yang menarik di kota ini karena didorong pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Apalagi, Cimahi berbatasan dengan Kota Bandung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Jabar. "Di mana ada daerah yang pertumbuhannya bagus, di situ ada perbankan yang siap mendukung. Ibaratnya, ada gula ada semut," katanya, seraya menambahkan bahwa selama 30 tahun terakhir ini BTN sudah mampu menyalurkan kredit bagi 2,7 juta unit rumah dengan nilai lebih dari Rp 50 triliun secara nasional. Sementara itu, Branch Manager BTN Kantor Cabang Cimahi Susie Sulastri menyatakan optimistis mampu mengembangkan pasar di wilayahnya. Mengingat, selain Kota Cimahi, beberapa daerah di sekitarnya dinilai memiliki potensi yang cukup besar, terutama dalam menyerap kredit perumahan, termasuk rumah susun di Kota Cimahi. Bahkan, BTN Kantor Cabang Cimahi ini lebih banyak nasabah perorangan dibandingkan dengan nasabah lembaga (korporat). "Dari sekitar 8.300 nasabah, sekitar 10% adalah nasabah lembaga, selebihnya nasabah perorangan," tuturnya. (A-68) (Pikiran Rakyat)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130