Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Dikurangi, Jumlah Bank Penerima Setoran BPIH

08/03/2006
 
New Page 1 Dari Semula 21 Bank Menjadi 3 Bank Syariah JAKARTA, (PR). - Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengungkapkan, sistem pembayaran biaya penyelenggaraan haji (BPIH) direncanakan mengalami perubahan mulai tahun depan. Perubahan itu adalah menciutkan jumlah bank penerima setoran (BPS) BPIH dari yang sekarang 21 bank menjadi hanya 3 bank syariah. "Insya Allah, sistem BPS akan kita ubah. Kalau kemarin masih 21 bank, kita mencoba memperkecil. (mengurangired.) menjadi tiga bank," ujarnya di sela-sela pembukaan Lokakarya Manasik dan Manajemen Haji yang diprakarsai Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Hotel Sari Pah Pacific, Jakarta, Senin (6/3). Menurut Menag, diubahnya jumlah BPS ini, karena Depag kesulitan dalam membuat laporan keuangan dengan banyaknya jumlah bank yang ditunjuk sebagai BPS. "Karena dengan 21 bank itu kita kebingungan. Apalagi kalau mau membuat laporan keuangan. Bank itu harus kita hubungi satu per satu," katanya. Ditegaskan Maftuh, dalam kaitan rencana penciutan jumlah BPS tersebut, pihaknya sudah menyiapkan segala perangkat. Namun, katanya, Depag perlu mengonsultasikan, dan meminta pendapat Gubernur Bank Indonesia (BI). Sebelumnya, Menag menegaskan, penciutan jumlah BPS BPIH tidak akan merepotkan calon jemaah haji. "Tidak merepotkan, karena nanti ada aturan bahwa Bank (BPSred.) misalnya harus jugamenanggung ongkos-ongkos pengiriman uang jemaah," katanya. Berdasarkan catatan, saat ini tempat penyetoran BPIH adalah di 21 BPS BPIH yang tersambung ke Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dalam satu provinsi domisili calon jemaah haji (calhaj). Ke-21 bank itu meliputi Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank BNI, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri, Bank Muamalat Indonesia (BMI), Bank Syariah Mandiri, Bank Bukopin, Bank BPD DKI Jakarta (Bank DKI), Bank BPD Jawa Barat (Bank Jabar), BPD Yogyakarta, BPD Jawa Timur, BPD Sulawesi Selatan, BPD NTB, BPD Riau, BPD Kaltim, BPD Sumatra Selatan, BPD Sumbar, BPD Sultra, BPD Kalsel, BPD Sumut, dan BPD Aceh. Dikotori Pada bagian lain, Menag Muhammad Maftuh Basyuni mengatakan, banyak tangan yang mengotori penyelenggaraan haji dan membuat nama Depag menjadi rusak. Ia mencontohkan, masalah percaloan rumah penginapan. Menag juga mengatakan, adanya permainan dalam pembayaran dam (denda berupa hewan kurban) yang disebutkan merupakan permainan para mukimin (warga Indonesia di Mekah,-red), tetapi sebenarnya diajarkan oleh orang-orang Jakarta. Menag juga menyatakan, adanya biro penyelenggara haji ONH Plus (BPIH Khusus) yang menelantarkan jemaah .  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130