Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Direksi Baru BTN Siap Turunkan Bunga KPR

04/01/2008
 
New Page 1 JAKARTA-Jajaran direksi baru PT Bank Tabungan Negara (BTN) berkomitmen untuk menurunkan suku bunga agar dapat bersaing dalam bisnis kredit pemilikan rumah (KPR). Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan, perseroan perlu mengeluarkan berbagai terobosan untuk merangsang nasabah KPR, baik dengan menurunkan, suku bunga maupun produk-produk baru. "Kami harus mengantisipasi ketatnya persaingan dengan mematok bunga yang lebih kompetitif. Jika tidak, kami bisa ditinggalkan nasabah," kata Iqbal pekan lalu. Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan strategi perseroan untuk merespons keinginan pasar. Pihaknya juga berupaya lebih ekspansif dalam menyalurkan kredit sebagai bentuk kepedulian BTN untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat. Suku bunga KPR BTN tertinggi saat ini, lanjut dia, sebesar 13,73% dan terendah 6,75%. Suku bunga terendah diberikan terkait program penawaran menarik pada November-Desember lalu. Pada hari jadi BTN mendatang, perseroan akan menggelar program bunga tetap 6,75% (fixedrate) selama setahun. Selain itu, program yang masih berjalan adalah KPR Platinum dengan bunga 10,75% (fixed) selama lima tahun untuk kredit di atas Rpl50 juta. "Program ini sangat banyak peminatnya," tegas dia. Mantan Direktur Utama BTN Kodradi mengatakan, perseroan telah menyusun rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) jangka panjang hingga 2012. Pada periode sebelumnya, yakni 2002-2007, perseroan sudah mencapai hasil tertentu, seperti struktur permodalan yang kian membesar, kualitas aset membaik, penambahan jaringan pemasaran hingga peningkatan kualitas sistem teknologi informasi. Selanjutnya, perseroan akan menghadapi finalisasi Arsitektur Perbankan Indonesia (API) hingga pelaksanaan IPO. "Kebetulan dirut baru BTN dari dalam, jadi tinggal mendorong pelaksanaan IPO. Hal terpenting adalah melakukan recycling outstanding kredit dan memenuhi fungsi untuk menyediakan kebutuhan tempat tinggal bagi rakyat," tandas Kodradi. Plafon RSH Rp 3 Triliun Selain itu, menurut Iqbal, perseroan tahun ini mengalokasikan dana sebesar Rp 3 triliun untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bagi rumah sederhana sehat (RSH) dan rumah susun sederhana milik (rusunami). Dana sebesar itu merupakan alokasi dana sebesar 30% dari total kredit yang akan disalurkan tahun ini, yaitu sebesar Rp 10,04 triliun. "Kami akan tetap fokus membiayai sektor perumahan, khususnya bagi masyarakat berpendapatan rendah (MBR)," kata Iqbal usai acara serah terima jabatan dengan Kodradi, dirut sebelumnya, di Jakarta, Rabu (2/1). Iqbal menjelaskan, pada 2007, kredit yang disalurkan telah melampaui target, yakni mencapai Rp 8,04 triliun, dari target Rp 7,9 triliun. Menurut dia, alokasi kredit di atas dua digit merupakan yang pertama kali dilakukan BTN. Hingga kini perseroan telah menyalurkan kredit sebesar Rp 22 triliun. "Jika setengahnya mengembalikan ke bank, berarti sudah ada Rp 10 triliun lebih yang siap disalurkan lagi," ujar dia. (Investor Daily Indonesia) (clO4/her)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130