Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Diupayakan, Pinjaman ADB untuk KPR Bersubsidi

24/08/2006
 
New Page 1 JAKARTA-Kementerian Negara Perumahan Rakyat sedang mengupayakan pinjaman dari Bank Pembangunan Asia (ADB) senilai 150 juta dolar AS yang salah satunya diperuntukkan bagi KPR bersubsidi. Deputi Menneg Perumahan Rakyat Bidang Pembiayaan Iskandar Saleh usai pembukaan rapat koordinasi nasional pembangunan perumahan dan permukiman tahun 2006 di Jakarta, Rabu mengatakan, pemerintah menargetkan pinjaman bisa direalisasikan tahun 2008. "Sebenarnya, ada empat program yang akan dibiayai pinjaman ADB senilai 150 juta dolar AS itu, namun terbesar untuk pembiayaan KPR termasuk asuransinya," katanya. Tiga program lainnya adalah pengembangan kawasan, peremajaan kota, dan penguatan kelembagaan. Menurut dia, pinjaman ADB itu merupakan upaya pemerintah mencari alternatif pembiayaan di luar perbankan dan Sarana Multigriya Finansial (SMF). "Kita tidak bisa berharap banyak pada SMF yang sampai saat ini belum berjalan, sehingga pemerintah cari sumber lain," katanya. Iskandar menambahkan, pinjaman ADB itu akan diteruskan Kementerian Negara Perumahan Rakyat sebagai pokok pinjaman atau "sub loan agreement" (SLA) ke bank pelaksana KPR bersubsidi. "Bank pelaksana itulah yang akan memberikan KPR bersubsidi ke masyarakat," katanya. Target BTN Sementara itu, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Kodradi mengungkapkan, target pembangunan Rumah Sehat Sederhana (RSH) yang ditetapkan sebanyak 100 ribu unit pada 2006 hingga Agustus baru tercapai 45.283 unit atau 45 persen. Hal itu diungkapkannya di sela penandatanganan Nota Kesepakatan antara Kementerian Negara Perumahan Rakyat dan BI tentang Kredit Pembangunan. Perbaikan Rumah Sederhana secara Swadaya di daerah gempa Provinsi DIY dan Jateng, di Jakarta, Rabu. "Banyak sekali kendala yang dihadapi untuk pengembangan rumah RSH salah satunya menurunnya daya beli masyarakat terutama sejak kenaikan harga BBM," katanya. Kodradi menyatakan, pada 2006 BTN mengalokasikan dana sebesar Rp 5,7 triliun untuk pengembangan Rumah Sehat Sederhana sebanyak 100 ribu unit. Dari alokasi dana tersebut, tambahnya, telah terserap sebanyak Rp 3,7 triliun atau 64 persen, namun realisasi pembangunan rumah baru mencapai 45 persen atau 45.283 unit. Meskipun tingkat pencapaian pembangunan rumah masih kurang dari 50 persen dari target yang ditetapkan, namun Dirut BTN itu menyatakan keyakinannya target 100 ribu unit RSH akan tercapai hingga akhir 2006. "Selama empat bulan sisa ini kami akan mencari jalan keluar untuk mencapai target pembangunan tersebut," katanya tanpa merinci jalan keluar yang dimaksud. ¦ ant/fir
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130