Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Dua Tahun ke Depan Harga RSH Tak Akan Naik

20/06/2008
 
New Page 1 BANDUNG, KOMPAS - Dalam dua tahun ke depan, pemerintah tidak akan menaikkan harga rumah sederhana sehat atau RSH. Kenaikan harga bahan bangunan pasca kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM sebesar 11 persen diperkirakan masih dapat tertutup dengan kenaikan harga RSH sebesar 12,24 persen pada Maret lalu. Demikian diungkapkan Menteri Negara Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Asyary, Kamis (19/6) di sela acara Fasilitasi Kerja Sama Kelembagaan Lembaga Penerbit Kredit/Pembiayaan (LP-KP) dalam Pelaksanaan Program KPRS/KPRS Mikro Bersubsidi di Bandung. "Kenaikan harga bahan bangunan tertinggi terjadi pada besi. Padahal, pembangunan RSH tidak banyak membutuhkan besi. Karena itu, dengan kenaikan harga RSH sebesar 12,24 persen, pembangunan RSH masih bisa berjalan," paparnya. Menurut Yusuf, di tengah kenaikan harga bahan bangunan, pengembang harus kreatif merekayasa pembangunan RSH, misalnya dengan menurunkan tipe model rumah yang dibangun. Para pengembang diminta rela keuntungan mereka berkurang sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk harga rumah susun sederhana milik (rusunami), pemerintah belum menentukan harga baru. "Pemerintah akan melihat dahulu fakta di pasar. Kalau dengan harga Rp 144 juta per unit penjualan tetap jalan, maka harga tidak akan dinaikkan," kata Yusuf. Dalam rangka pembangunan rusunami, tercatat 32 perusahaan telah menyatakan kesiapannya untuk membangun. Hingga tahun 2011, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 1.000 rumah susun atau tower. (ADD
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130