Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Fasilitas KPR Makin Mudah

17/02/2006
 
New Page 1 Salah satu kemudahan yang diberikan adalahjangka waktu pengambilan kredit yang bisa mencapai 20 tahun. Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Namun tak semua orang bisa memenuhi kebutuhan ini. Keterbatasan keuangan sebagai penyebab utamanya. Tetapi, kendala itu bisa diatasi dengan adanya Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Fasilitas ini merupakan alternatif menarik untuk memiliki rumah bagi mereka yang tidak memiliki dana tunai. Saat ini banyak bank memberikan fasilitas KPR bagi para nasabahnya. Selain membidik masyarakat menengah ke bawah, mereka tentu juga menyasar masyarakat kelas menengah atas. Bagi masyarakat menengah ke bawah, KPR diberikan untuk kepemilikan rumah sederhana sehat (RSH). Sedangkan untuk masyarakat menengah atas, KPR diberikan untuk memiliki rumah kelas menengah hingga mewah. Selain KPR, bank juga memberikan fasilitas pembiayaan lain seperti kredit pemilikan apartemen (KPA). Tapi fasilitas ini biasanya hanya diberikan untuk kalangan menengah ke atas. Kecenderungan yang terjadi saat ini, fasilitas KPR dari bank diberikan dengan berbagai kemudahan. Hal ini tentu akan sangat meringankan nasabah. Apalagi di tengah situasi ekonomi yang serba sulit akibat kenaikan BBM dan tingginya inflasi serta suku bunga bank. Salah satu kemudahan yang diberikan adalah jangka waktu pengambilan kredit yang bisa mencapai 20 tahun. Ini misalnya dilakukan KPR Griya BNI. "Dengan jangka waktu hutang sampai 20 tahun, maka sangat sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Kalau 10 tahun, mungkin masih memberatkan. Tapi dengan 20 tahun, tentu sangat meringankan nasabah," kata Direktur Divisi Kredit Konsumen BNI, Diah Sulianto, kepada Republika. Menurut Diah, kemudahan ini diberikan agar nasabah bisa memanfaatkan fasilitas KPR Griya yang diberikan BNI. Sedangkan proses dan prosedurnya tak berbelit alias standar dan hampir sama dengan bank-bank lain. Syarat-syarat bagi nasabah yang ingin mengambil KPR di BNI Griya adalah fotokopi KTP dan kartu keluarga, daftar gaji, dan fotokopi rekening tabungan atau koran. Rumah yang akan diambil harus jelas lokasi dan pengembangnya. "Sedangkan bank finance yang kami Sediakan sampai dengan 80 persen dari harga rumah," ujar Diah -menambahkan. Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan tersebut, hingga kini nasabah KPR Griya BNI mencapai sekitar 35 ribu orang. Diah menargetkan tahun ini nasabah bertambah hingga mencapai 65 ribu orang. Hal sama juga diberikan Bank Tabungan Negara (BTN). Bank pelat merah ini memang sudah menjadi trademark nya fasilitas KPR. KPR yang kami berikan bisa sampai jangka 15 tahun. Sebab selama ini rata-rata pengambilan oleh nasabah memang sampai jangka waktu itu," kata Kepala Divisi Pengelolaan Kebijakan Kredit BTN, Maret DS Sentosa. Selain itu, ujar Maret, fasilitas KPR yang diberikan adalah yang paling murah dibandingkan bank lain. Tingkat suku bunga yang diberikan 18 persen untuk komersial. "Kami memang yang paling murah. Kami pun berani mengiklankannya. Sedangkan bank-bank lain tidak berani beriklan karena mereka memang mahal," ungkap Maret. Kemudahan lain diberikan dengan adanya kerjasama dengan Jamsostek dan kementerian Perumahan Rakyat (Menpera). Pemerintah sendiri telah memberikan subsidi hingga 10 persen untuk KPR subsidi. Sedang untuk KPR komersial, bunganya bisa dua persen di bawah bunga yang berlaku di pasaran. Segmentasi pasar Memang masing-masing bank membidik segmentasi yang berbeda. BNI misalnya, selain membidik masyarakat menengah ke bawah, juga menengah ke atas. Diah Sulianto menyatakan ada tiga tingkat segmentasi KPR Griya BNI, level bawah, menengah, dan atas. Tingkat bawah adalah untuk kepemilikan RSH. Halini karena BNI menjadi salah satu bank yang ditunjuk pemerintah untuk menyukseskan program satu juta rumah. Sedangkan level menengah, untuk kepemilikan rumah dengan harga Rp 50 juta hingga Rp 500 juta. Bahkan bisa mencapai Rp 1 miliar. "Sedangkan level atas adalah untuk pembiyaan rumah di atas Rp 1 miliar," ujar Diah menjelaskan. Dari ketiga level yang bidik, lanjut Diah, yang paling banyak adalah untuk kelas menengah. Sedangkan untuk masyarakat bawah dan atas, porsinya agak kecil. Dalam hal ini pihaknya memang cukup selektif dalam pemberian KPR. Artinya fasilitas ini diberikan bagi mereka yangmemang mampu untuk membayar cicilan atau angsuran. "Tahun ini kami menargetkan ada pertambahan nasabah hingga sekitar 40 ribu orang. Sebagian besar adalah kelas menengah," kata Diah. Hal berbeda dinyatakan pihak BTN. Menurut Maret Sentosa, pihaknya memang tetap melayani masyarakat menengah ke atas. Tapi prioritas diberikan bagi masyarakat menengah ke bawah. "Masyarakat middle up tetap kami layani. Tapi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR adalah yang kami prioritaskan," jelasnya. Bagi MBR, ujar Maret, KPR diberikan untuk kepemilikan rumah seharga dibawah Rp 42 juta. Angka ini adalah harga yang dipatok pemerintahuntuk RSH. Sedangkan KPR komersial, diberikan bagi masyarakat yang berpenghasilan di atas Rp 2 juta per bulan. Maksimum kredit yang diberikan adalah Rp 75 juta dengan harga rumah tidak dibatasi. Tahun ini pihaknya menargetkan pertambahan nasabah KPR hingga 100 ribu orang. Kami optimistis target ini akan terlampau. Tahun lalu kami menargetkan 75 ribu nasabah. Realisasinya bisa mencapai 78 ribu," kata Maret menerangkan. jar  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130