Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Fatchudin : Pejabat Dirut Bank BTN - Untuk Mendukung Pembiayaan KPR 2006, Bank BTN Terbitkan Obligas

28/02/2006
 
New Page 1 PT. BANK Tabungan Negara (BTN) merencanakan akan meluncurkan obligasi ke-12 pada pertengahan tahun ini. Namun, rencana obligasi senilai Rp 1 triliun itu masih menunggu penurunan suku bunga. Saat ini BI Rate masih 12,5 persen. "Kalau suku bunga memungkinkan bagus, kita akan menerbitkan pbligasi Bank BTN ke-12 sebesar Rp 1 triliun. Kita akan melihat dulu," kata Pejabat Dirut Bank BTN Fatchudin di sela-sela hearing dengan Komisi V DPR RI beberapa waktu lalu. Menurut Fatchudin, penerbitan obligasi itu merupakan bagian dari strategi bisnis Bank BTN untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan guna mendukung pembiayaan perumahan yang telah ditargetkan pada tahun 2006, yakni pembangunan 100 ribu unit rumah. Fatchudin menjelaskan untuk mengejar target itu, Bank BTN membutuhkan dana sebesar Rp 5,51 triliun. "Ekspansi riil sebenarnya hanya Rp 2,2 triliun, tapi ada uang yang kembali yang dapat diputar kembali sebagai sumber dana, yakni dari penerimaan angsuran KPR," tutup Fatchudin. Dengan adanya tambahan Rp 1 triliun dari obligasi itu, Bank BTN masih membutuhkan dana sebesar Rp 1,2 triliun. Untuk menutupnya, Bank BTN merencanakan mengambil dana dari secondary mortgage fund (SMF) sebesar Rp 500 miliar dan Rp 700 miliar dari dana pihak ketiga. Dengan kesiapan anggaran itu, Bank BTN sangat optimis bisa melampaui target realisasi kredit 100 ribu unit itu. Karena, terbukti pada 2005 Bank BTN juga melampaui target yang ditetapkan rapat umum pemegang saham (RUPS), yakni 75 ribu rumah dan terealisasi 78 ribu lebih kredit pemilikan rumah (KPR) RSH. "Artinya, Bank BTN yang paling komit di antara 32 bank yang meneken MOU yang turut serta dalam pembangunan perumahan," kata Fatchudin yang menggantikan tugas Kodradi selaku Dirut Bank BTN karena cuti panjang selama beberapa minggu hingga awal Maret nanti. Selain Bank BTN, ada beberapa bank pelaksana yang menyalurkan KPRbersubsidi. Yakni BNI yang menargetkan membangun 2.906 unit rumah dan terealisasi 405 KPR (13,9 persen). Sementara bank lain seperti Bank Syariah Mandiri menargetkan 200 KPR, tapi realisasinya nihil. Sama seperti BRI yang menargetkan membiayai KPR 3.000 unit rumah, hasilnya juga nihil. Menanggapi itu, Fatchudin mengatakan, kesulitan bank mungkin karena kendala SDM sebab bank-bank lain kurang berpengalaman dalam menyalurkan KPR. Sementara Bank BTN sudah menerjuni bisnis pembiayaan perumahan sejak 1976. "Sehingga SDM kita dimana-mana sudah siap. Setiap rencana kerja dibikin, kita sudah bisa langsung mulai merealisasikan keputusan menteri. Misalnya Januari ini kita sudah realisasikan 2900 unit,"jelasnya. Oleh karena itu Bank BTN menyatakan kesiapannya untuk membantu menyalurkan KPR bersubsidi tersebut jika bank-bank lain mengalami kesulitan dalam penyalurannya. Namun tentu saja harus dilakukan pembicaraan terlebih dahulu mengenai skim kerjasamanya seperti apa, tambah Fatchudin.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130