Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Fokus Pembiayaan Perumahan

02/01/2008
 
New Page 1 Tantangan BTN Berat DIREKSI baru PT. Bank Tabungan Negara (BTN) dipimpin Iqbal Latanro sepertinya dituntut bekerja keras. Pasalnya, tantangan BTN ke depan masih berat dengan mengemban misi bank yang fokus ke pembiayaan perumahan. "Kalau secara ekonomis memang cukup berat bagi BTN ke depan terutama masuk dalam kerangka Arsitektur Perbankan Indonesia (API) terkait Single Presence Policy (SPP). Tapi secara politis, itu tergantung sikap ekonomi politik pemerintah," kata mantan Dirut BTN Kodradi usai serah terima jabatan di Kementerian BUMN, akhir pekan lalu. Menurut Kodradi, kalau sikap pemerintah masih berpihak pada rakyat maka BTN bisa selamat. "Pemerintah kan harus mencukupi kebutuhan dasar rakyat termasuk papan atau perumahan. Kalau pemerintah tetap punya program perumahan, BTN tak kan dikutak-kutik," kata Kodradi. Kodradi pantas khawatir dengan masa depan BTN. Pasalnya, selama 7 tahun kepemimpinannya, Kodradi sudah kali membawa BTN lolos dari ancaman merger. Sejumlah bank berkeinganan mencaplok bank fokus ini untuk memperbesar aset banknya sehingga bisa mendapat tempat yang layak dalam API. Bankir kawakan ini merasa perlu memberi wanti-wanti pada bos baru BTN. Karena, BTN dibawah Kodradi sudah melewati berbagai krisis, mulai pembubaran zaman IMF, penghapusan subsidi, hingga minimnya aset. "Kini kan BTN sudah lebih baik. Aset meningkat, sistem dan jaringan sudah luas, modal sudah dua kali lipat. Kebetulan Dirutnya (Iqbal) dari dalam, jadi tahu betul masalahnya: Tinggal melanjutkan saja," kata Kodradi. Bankir asal Semarang ini merasa yakin dibawah Iqbal, BTN tetap komit dalam pembiayaan perumahan. Direksi baru, kata Kodradi, juga menyiapkan program perumahan dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) kedua. "Jadi BTN bisa tetap fokus di perumahan," tegas Kodradi. Sejumlah program di tangan Kodradi yang masih menggantung dan menjadi tugas direksi selanjutnya. Seperti pelaksanaan IPO atau penawaran saham publik yang direncanakan pada tahun 2008. "Sudah disiapkan. Tinggal dorong saja," ucapnya. Sementara, Iqbal juga tak ingin kalah prestasi dari pendahulunya. Iqbal menargetkan pertumbuhan kredit perumahan sebesar Rp 10,03 triliun dibandingkan dengan 2007 yang memiliki target Rp 7,8 triliun. Target 2008 BTN akan memiliki ciri yang lain bahwa dari segi pemberian kredit baru akan tumbuh lebih tinggi 28 persen dari tahun 2007. "Jadi itu akan pertanda BTN lebih optimis kedepan, tentunya bisa dicapai tanpa ada satu adhock itu kita sadari semua," kata Iqbal, di sela-sela acara pelantikan Dirut BTN di Gedung Garuda, Jakarta, kemarin. (Rakyat Merdeka) AUL
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130