Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Gaya CSR BTN, Prasarana Pun Direnovasi

14/12/2007
 
New Page 1 Kalau BankTabungan Negara (BTN) melaksanakan program Corporate Social Responsibility, maka langkah penerapannya memang berbeda dengan perusahaan lain. Sejumlah perumahan yang transaksi pembeliannya dibiayai KPR BTN, mendapat jatah perbaikan prasarana. "Sebagai tahap awal program dilaksanakan di perumahan Sari Husada Agung Gunung Sindur Bogor. Bentuknya perbaikan saluran air (drainase)," begitu ucap Kepala Divisi Hukum dan Hubungan Perusahaan BTN, Harry Budiono. Alasan program CSR dipilih pertama kali di Sari Husada, karena tiap musim hujan perumahan tersebut selalu terendam banjir bahkan setinggi betis orang dewasa akibat sempitnya saluran drainase. Padahal, saluran induk di perumahan tersebut sangat memadai (lebar dan dalam). Des, dengan biaya Rp100 juta serta swadaya masyarakat saluran dibenahi agar menampung genangan air. Program CSR yang dikembangkan BTN sebenarnya baru mulai tahun 2007 dialokasikan Rp1,5 miliar sebagian telah dimanfaatkan bagi program beasiswa anak yatim, pembangunan sekolah, bantuan bencana, sedangkan program perbaikan prasarana umum dan sosial baru sekarang ini. Berbeda dengan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), program CSR murni dari usulan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) yang disetujui pemerintah (Meneg BUMN). "Sedangkan PKBL bersumber 2-3 persen laba dan ada aturannya," ujar Harry. Dia berkeluh kesah, banyak pengembang yang setelah proyeknya terjual habis, menyerahkan kepada masyarakat begitu saja tanpa membangun fasilitas umum dan sosial yang memadai. Bagi pengembang yang tidak bertanggungjawab semacam ini, kata Harry, sesuai kebijakan perusahaan akan dimasukan dalam daftar hitam, sehingga tidak lagi mendapatkan fasilitas kredit dari BTN. "Bank biasanya tidak akan menyetujui permohonan kredit kepada pengembang yang memiliki rekam jejak buruk. Jadi yang dilihat bukan kepatuhan mencicil tunggakan saja tetapi hasil akhirnya," kata Harry. Berdasarkan pengalaman, kata Harry, biasanya pengembang model begini memiliki beberapa pekerjaan. Jadi dia tidak fokus pada pembangunan rumah saja, akibatnya pekerjaan sebagai pengembang tidak tertangani dengan baik. Saat ini seluruh cabang BTN tengah mendata kebutuhan prasarana perumahan yang belum tersedia. Kemudian akan diajukan untuk mendapatkan program CSR tentunya setelah mengajukan proposal berikut biayanya. (Harian Ekonomi Neraca)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130