Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Go Public BUMN Ditunda

27/11/2008
 
New Page 1 JAKARTA - Guna membantu menggerakkan ekonomi domestik, Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil, meminta BUMN-BUMN untuk terus melanjutkan rencana ekspansi bisnis. Namun ia meminta rencana go public BUMN yang sudah mendapatkan izin melakukan initial public offering (IPO) ditunda dulu. "Lupakan dulu go public. Ada BUMN yang sudah dalam pipeline untuk IPO dengan menyewa konsultan dan menunjuk underwriter. Saya perintahkan berhenti dulu. Konsultan IPO tetap dibayar tapi bukan dikontrak terus. Begitu pasar pulih, lanjutkan," kata Sofyan di sela acara Investor Summit and Capital Market Expo 2008 yang digelar di Jakarta, Rabu (26/11) Tiga BUMN yang sudah mendapat lampu hijau dari DPR untuk IPO itu dalah PT Bank Tabungan Negara, PT Garuda Indonesia Airways, dan PT Krakatau Steel yang ditargetkan bisa terlaksana tahun 2009. Krakatau sendiri sebenarnya ditargetkan sudah IPO pertengahan 2008 lalu. "Krakatau sebenarnya bisa go public saat harga baja masih 1.200 dolar AS per ton. Hanya dengan ditambah sedikit pinjaman, dia bisa naikkan kapasitas produksi dua kali lipat," kata Sofyan. Selain kondisi pasar modal yang masih jelek, IPO ditunda karena harga komoditas turun. Krakatau Steel berniat melakukan IPO untuk menaikkan kapasitas produksi baja menjadi 4 juta ton. Namun harga baja yang kini tinggal setengahnya, 600 dolar AS per ton akibat permintaan berkurang, telah membuat Krakatau Steel saat ini mengurangi kapasitas produksi. Namun Sofyan menegaskan, program peningkatan kapasitas produksi Krakatau harus terus dijalankan. Bila dana dari pasar modal belum memungkinkan, manajemen diminta bisa mencari pinjaman dari lembaga pembiayaan atau export credit agency (ECA). Apalagi kebutuhan investasi tidak akan sebesar sebelumnya, terkait turunnya harga bahan baku, terutama baja dan peralatan manufaktur. Pemerintah juga tidak menutup kemungkinan masuknya ivestor strategis sebagai pengganti opsi IPO. Namun Sofyan mengingatkan, dalam kondisi likuiditas ketat, investor yang memegang dana akan mempunyai posisi tawar lebih tinggi. Apalagi aset bagus berharga murah akibat jatuhnya pasar modal tak hanya di Indonesia, tapi juga di Amerika dan Eropa. "Cash is key. Karena kalau punya dana kontan, investor punya opsi yang banyak. Tapi strategic partner untuk Krakatau juga terlalu banyak urusan politiknya," kata Sofyan. Sementara untuk BUMN lain, Sofyan tetap minta melanjutkan ekspansi bisnis yang masih memungkinkan. Beberapa proyek besar BUMN antara lain pembangunan pembangkit listrik 10 ribu mega watt tahap dua dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), proyek revitalisasi pabrik gula senilai Rp 7-8 triliun, peremajaan lahan perkebunan di PT Perkebunan Nusantara (PTPN), peningkatan produksi PT Semen Gresik Tbk. dan proyek pertambangan PT Aneka Tambang Tbk.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130