Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Harga Murah, Porsi IPO BTN Terbesar untuk Lokal

Sumber: Harian Kontan
07/12/2009
Irma Yani Nasution, Abdul Wahid Fauzie

JAKARTA. Investor lokal peminat saham perdana Bank Tabungan Negara (BTN) pantas gembira. Bank yang fokus pada pembiayaan perumahan ini akan mengalokasikan jatah lebih banyak kepada pemodal lokal dalam hajatan penjualan saham ke publik atau initial public offering (IPO).

 
Evi Firmansyah, Wakil Direktur Utama BTN mengatakan, porsi saham IPO bagi investor lokal sebanyak 60%, dan sisanya buat pemodal asing. Salah satu investor lokal yang menawar saham perdana BTN adalah Jamsostek.

Rencananya, harga saham perdana BTN sebesar Rp 800 per saham. Ini telah mencerminkan harga penawaran yang masuk selama proses pengumpulan minat atau book building, yang berakhir kemarin (4/12).

Evi mengungkapkan, penawaran IPO BTN di dalam dan luar negeri selama dua pekan terakhir mengalami kelebihan permintaan hingga dua kali atau sebesar Rp 3,5 triliun. Tawaran paling banyak datang dari investor asing. Seperti, dari Singapura, Hong Kong, dan Malaysia

Banyak investor mengajukan penawaran di antara harga Rp 750 sampai Rp 800 per saham. "Akhirnya kami ambil yang terbaik," imbuh Evi. Penetapan harga IPO Rp 800 itu sudah disesuaikan dengan price to book value (PBV) perbankan Indonesia, yang berkisar 1,5 hingga 2,2 kali. Lewat IPO ini BTN melepas sahamnya ke publik sebanyak 2,36 miliar saham atau 27,08% dari total saham. Alhasil, bank pelat merah ini akan mengantongi fulus sekitar Rp 1,9 triliun dari IPO ini.

BTN akan menggunakan duit tersebut untuk memperkuat modal. Sehingga, rasio kecukupan modal (CAR)-nya naik dari 15,04% menjadi 27%. "Ini sudah sesuai target kami sejak awal," kata Evi.

Michael Handisurya, Analis Valbury Asia Securities, mengatakan, saham perdana BTN layak dibeli baik untuk investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan harga Rp 800, saham BTN berada pada PBV 1,2 kali. Harga itu juga setara dengan harga saham perbankan dengan aset sama, yang kini 0,94 hingga 2,27 kali.

Selain murah, lanjut Michael, saham BTN diperkirakan bakal encer. Sebab, jumlah saham yang dilepas ke pasar cukup banyak.

Tapi, investor harus tetap waspada. Bisnis BTN yang berkecimpung di sektor properti sensitif terhadap perubahan suku bunga Jika bunga naik, kredit macet bisa naik. Imbasnya, BTN menaikan pencadangan dan labanya berkurang. "Ini yang harus diperhatikan," ujarnya
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130