Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Harga RSh Subsidi Layak T-36 Idealnya Rp 50 Juta

30/11/2005
 
JAKARTA, KOMPAS - Pengembang menilai harga rumah sederhana sehat (RSh) bersubsidi tipe 36 (T-36) sebesar Rp 42 juta per unit tidak ideal lagi. Harga ideal pascakenaikan harga bahan bakar minyak untuk T-36 adalah Rp 50 juta per unit. Namun, kenaikan harga RSh bersubsidi takkan mencapai Rp 50 juta kalau pemerintah memberikan insentif khusus, seperti pembebasan biaya perizinan, pengurangan pajak, dan sejenisnya. Selama ini pengembang RSh dikenai pajak penghasilan badan, pajak penghasilan perorangan, dan pajak dividen yang seluruhnya mencapai 62 persen. Sedangkan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dibebankan kepada konsumen. Jika pajak yang dibebankan itu tidak terlalu banyak dan BPHTB ditiadakan, maka harga RSh subsidi bisa ditekan. "Tanpa dukungan riil dari pemerintah, kami pun takkan berdaya menghadapi dampak dari kenaikan harga BBM," kata Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Fuad Zakaria di Jakarta, Senin (28/11). Menteri Negara Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Asy'ary mengatakan, belum berpikir untuk menaikkan harga RShsubsidi. "Memang ada usulan agar harga RSh bersubsidi dinaikkan. Tetapi, kami khawatir jangan-jangan setelah dinaikkan tak ada yang bisa membeli. Lebih baik laba tipis, tetapi penjualan lanoar," ujarnya. Menurut Yusuf, keputusan soal keringanan pajak ada pada Menteri Keuangan. "Kami hanya bisa mengimbau dan mengusulkan. Tetapi di luar pajak, ada banyak hal yang bisa dihemat untuk menekan biaya." Target BTN tahun 2006 Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Kodradi mengatakan, realisasi kredit untuk RSh bersubsidi telah mencapai 63.077 unit dari target pembangunan tahun 2005 sebanyak 75.000 unit. Target itu diyakini tercapai, mengingat saat ini sedang ditangani proses kredit bagi puluhan unit rumah. Selain itu, total kredit yang dikucurkan BTN hingga Oktober 2005 mencapai Rp 4,8 triliun, target awalnya hanya Rp 4,08 triliun. "Sejak beberapa tahun terakhir kondisi BTN membaik, baik modal, jumlah kredit, jaringan, maupun pelayanan. Tahun 2006 kami merencanakan mengucurkan kredit untuk RSh sebanyak 100.000 unit. Ini sangat wajar," kata Kodradi.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130