Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Harga Rumah di Bengkulu Naik 10 Persen

15/11/2005
 
BENGKULU - Kenaikan harga rumah yang dibangun pengembang di Bengkulu setelah kenaikan harga minyak mencapai 10 persen lebih, akibat naiknya berbagai komponen pembangunan rumah. "Naiknya harga rumah sederhana sehat dan rumah menengah di Bengkulu kisaranya pada angka 10 persen, dari standar harga rumah sederhana saat ini sebesar Rp 42 juta," kata Ketua DPD REI Provinsi Bengkulu, Hj Puspa Juita, Jumat (11/11). Kenaikan harga rumah itu tidak berlaku bagi pembeli yang sudah melaksanakan akad dengan membayar 10 persen uang muka. Ia meminta agar pemerintah tetap mensubsidi bunga KPR bagi pengembang sebesar 8,5 persen pertahun, dengan mengubah peraturan yang menyatakan bila harga rumah dijual pengembang diatas Rp 42 juta, maka bunga bersubsidi tak diberikan. "Dalam satu unit rumah paling pengembang mendapatkan keuntungan 10 persen bahkan kurang, sementara untuk rumah menengah ke atas bisa sampai 20 persen. Kita tetap komit menbangun rumah sederhana sehat meski kenaikan berbagai komponen untuk rumah ada yang mencapai 70 persen." Harga berbagai komponen untuk membangun rumah sudah mengalami kenaikan seperti semen tipe M dari sebelumnya Rp 25.500 menjadi Rp 31 ribu per zak, ukuran 50 kilogram naik menjadi Rp 37 ribu dari sebelumnya Rp 30 ribu. Besi Krakatau steel, dari sebelumnya satu batang ukuran delapan inci seharga Rp 21 ribu naik menjadi Rp 27 ribu, seng dari Rp 400 ribu per kodi menjadi Rp 530 ribu, batu kali dari Rp 187 ribu menjadi Rp 300 ribu untuk satu mobil berisi 3,5 M3, sedangkan pasir satu mobil isi empat kubik dari Rp 120 ribu menjadi Rp 200 ribu. Direktur PT Ahsani Karya, Basir Kauno, menyatakan, pengembang tidak lagi mungkin bertahan dengan harga lama, kenaikan harga bahan bangunan tinggi. Hanya saja ia belum bisa memastikan berapa harga jual rumah sederhana sehat dan menengah sebelum melakukan perhitungan harga bahan bangunan. Basir yang kini tengah membangun perumahan di kawasan Padang Harapan menyatakan, kemungkinan kenaikan harga berkisar 10 persen atau lebih, namun ia menyatakan, daya beli warga yang sudah rendah makin menyulitkan pengembang memasarkan rumah yang dibangunnya. Realisasi Pengembang anggota REI Provinsi Bengkulu akan merealisasikan pembangunan 1.000 unit rumah sederhana sehat dan rumah menengah hingga akhir tahun 2005, setelah beberapa pimpinan perusahaan menegaskan akan membangun ratusan unit rumah dalam waktu dekat. Puspa Juita menyatakan, dari 18 perusahaan pengembang anggota REI, beberapa diantaranya akan membangun tambahan rumah baru, seperti PT Ahsani Karya di Padang Harapan. Bila animo masyarakat untuk membeli rumah sudah tinggi, rumah yang dibangun tersebut segera akan terjual habis. Hanya saja dengan kenaikan harga minyak akan berpengaruh pada harga jual rumah. Di sisi lain, dengan dibukanya cabang bank BTN di Bengkulu akhir September 2005 lalu, akan mempermudah pengembang mendapatkan dana untuk kredit pemilikan rumah. Kalau sebelumnya usulan pinjaman harus diproses di Palembang, sekarang dilakukan di Bengkulu. Begitu juga dengan pengajuan KPR oleh warga yang sebelumnya diputuskan memenuhi syarat atau tidak oleh kantor BTN Palembang hingga memerlukan waktu tiga bulan, sekarang dalam satu hari bisa diketahui.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130