Harga rusun RSh tak akan dinaikkan
New Page 1 Bisnis Indonesia JAKARTA Kemenpera meminta pengembang melakukan efisiensi dan meningkatkan kreativitas rancang bangun rumah susun sederhana milik (rusunami), karena dapat menaikkan keuntungan pengembang tanpa harus meningkatkan harga jual rusunami.
Sejauh ini Kemenpera tidak berniat menaikkan harga jual rusunami maksimal Rp 144 juta per unit, kendati pengembang mengeluhkan pembengkakan biaya konstruksi akibat lonjakan harga bahan bakar minyak. Selain itu, harga rumah sederhana sehat dalam dua tahun ke
depan tak akan dinaikkan. "Harga Rp 144 juta kan tidak harus tipenya 36, bisa saja dikurangi luasnya, tapi dijual Rp 144 juta [per unit]. Meskipun begitu tetap harus pakai moral, jangan rusunami Rp 144 juta dijual kecil sekali tipenya,pintar-pintar lah pengembang
merancang bangun," ujar Deputi Bidang Perumahan Formal Kementerian Negara Perumahan Rakyat Zulfi Syarif Koto, kepada Bisnis, pekan ini. Dia menambahkan sejauh ini belum ada permintaan resmi menaikkan harga jual rusunami yang dilayangkan pengembang kepada Kemenpera.
Kendati ada permintaan resmi, pihaknya mengaku kesulitan untuk mengakomodasi hal itu. Selain itu, Menpera menjelaskan harga rumah sederhana sehat (RSh) saat ini sebesar Rp55 juta per unit tidak akan dinaikkan dalam tempo dua tahun ke depan kecuali ada masalah
besar dengan perekonomian Indonesia. Menurut dia, kenaikan harga RSh baru Rp55 juta akan dipertahankan hingga dua tahun ke depan untuk mendorong penyediaan rumah bersubsidi untuk masyarakat. (08/20)