Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Hari Ini, Presiden Luncurkan Penjaminan Kredit Rp 1,4 T

05/11/2007
 
New Page 1 JAKARTA-Jika tak ada aral melintang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini Senin, 5/11) meluncurkan program penjaminan kredit senilai Rp 1,4 triliun untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Bila tidak ada halangan, program penjaminan kredit bagi UMKM itu. diluncurkan bersamaan dengan paket Kredit Tunas Usaha (KTU)" kata Menneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali kepada Investor Daily diJakarta, akhir pekan lalu. Presiden SBY pada Maret 2007 memimpin langsung sidang kabinet terbatas yang diselenggarakan di Kementerian Negara Koperasi dan UKM untuk membahas program penjaminan tersebut. Dalam rapat itu diputuskan, pemerintah akan mendorong peningkatan akses pelaku UMKM terhadap sumber pembiayaan termasuk perbankan. Mennegkop dan UKM menjelaskan, nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang penjaminan kredit atau pembiayaan bagi UMKM telah diteken pada 9 Oktober 2007 oleh pemerintah, perbankan, dan perusahaan penjamin. Pihak penjamin terdiri atas Perum Sarana Pengembangan Usaha dan PT Asuransi Kredit Indonesia. Adapun perbankan yang dilibatkan dalam program itu adalah Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank BTN, Bank Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri. Kecuali itu, menurut dia, Bank Indonesia (BI) dan lembaga perbankan telah menyepakati parameter, standar persyaratan dan kriteria kelayakan usaha UMKM yang layak tetapi tidak memenuhi kriteria perbankan (bankable) berikut persyaratan kredit lainnya. Dia menambahkan, pemerintah juga telah mengajukan draf RUU tentang UMKM ke DPR. RUU itu akan menjadi payung hukum pengembangan UMKM di Indonesia. "Saat ini, UMKM belum memiliki payung hukum yang kuat," ujarnya. Di sisi lain, menurut Suryadharma Ali, pemerintah akan menyelesaikan draf Perpres tentang Lembaga Penjaminan Kredit dan draf RUU Penjaminan. Tumbuh Signifikan Menanggapi hal itu, Deputi Gubernur Senior BI Miranda Swaray Goeltom menuturkan, BI tidak bisa memberi kredit langsung kepada UMKM. Namun, BI tetap berperan, misalnya membentuk sentra-sentra UMKM serta memfasilitasi percepatan pembangunan ekonomi melalui kerja sama dengan pemda, Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD), lembaga penjaminan, dan Kadinda. 'Tapi, apakah semua akan dilakukan sesuai dengan harapan untuk pengentasan kemiskinan, perlu kerja pihak lain. Misalnya BI melakukan pelatihan, padahal yang seharusnya melakukan adalah balai industri," ucapnya. Miranda memaparkan, kredit untuk sektor riil pada 2007 tumbuh signifikan. Pada Agustus 2007, kredit tumbuh lebih dari Rp 20 triliun dengan persentase pertumbuhan tahunan {year on year/YoY) sebesar 21,4%. Dengan demikian, target pertumbuhan kredit sebesar 22% sampai akhir tahun dipastikan tercapai. Dia menjelaskan, pengusaha baru perlu mendapatkan perlakuan khusus dari pemerintah. Pemerintah Malaysia, Taiwan, Filipina, dan Thailand, misalnya, langsung menangani pengusaha baru (new enterprises) karena mereka belum memiliki rekam jejak dan pengalaman. Pemerintah Indonesia, kata Miranda, juga perlu mencontoh kebijakan Pemerintah Bangladesh yang membuat aturan khusus untuk kredit mikro, termasuk langkah M Yunus, pemenang Nobel Perdamaian 2006 asal negara itu, yang membentuk Garmeen Bank untuk masyarakat bawah. Dia memaparkan, salah satu kunci kemenangan peraih Nobel Perdamaian M Yunus adalah Garmeen Bank mau memberikan pelatihan dan manajemen keuangan kepada ibu-ibu yang tidak memiliki pengalaman usaha maupun manajemen keuangan. Namun, menurut Miranda, Garmeen Bank mengacu pada undang-undang tersendiri dan tidak mengikuti aturan perbankan konvensional. Itu sebabnya, pengumpulan dan penyaluran kreditnya tidak memerlukan aturan perbankan konvensional. "Saya merasa perlu mengingatkan kepada pemerintah atau menteri bersangkutan untuk memikirkan yang kecil-kecil, terutama yang miskin-miskin. Contohnya Garmeen Bank dimulai dari yang miskin-miskin," ucapnya, (Investor Daily Indonesia) (idi)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130