Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


IPO BTN Dibanjiri Peminat

07/12/2009
Jakarta - Penawaran Umum Perdana Saham alias Initial Public Offering (IPO) FT Bank Tabungan Negara (BTN) ternyata ditanggapi positif oleh investor. Terbukti dari membeludaknya permintaan (oversubscribe) terhadap saham bank pelat merah tersebut.
 
"Secara keseluruhan, over-subsribed sebanyak 2,04 kali atau sekitar Rp 3,5 triliun dah jumlah yang ditawarkan," ujar Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4/12).

Mustafa menjelaskan, permintan yang masuk datang dari investor asing maupun domestik. Salah satu investor dalam negeri yang berminat adalah PT Jamsostek (persero), sedangkan investor luar negeri beberapa institusi yang tercatat adalah The Government of Singapore Investment Corporation (GIC) dan DWS Investment.

Menurutnya, dari 30 persen saham yang ditawarkan, komposisinya sebanyak 60% ditujukan untuk investor lokal dan 40% untuk investor asing.

"Untuk investor asing, kami tidak terlalu banyak. Batasan yang kami berikan 40% dari 30% yang dilepas atau sekitar 12%. Masuknya Jamsostek akan memberi pengaruh yang besar ke industri nasional." lanjutnya.

Harga saham BTN sendiri dipatok di level Rp 800 per saham dari kisaran terendah Rp 750 hingga tertinggi Rp 1.100. Dalam siaran persnya, Jumat (4/12), Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah menjelaskan, penetapan harga saham IPO ini dilakukan melalui proses yang cermat dengan mempertimbangkan berbagai aspek signifikan yang terkait.

Menurut Evi, harga saham IPO ini ditetapkan melalui rapat antara Kementerian BUMN, manajemen BTN dan penjamin pelaksana emisi (PT Mandiri Sekuritas dan PT CIMB Securities Indonesia) pada 3 Desember 2009 lalu. Bank spesialis KPR ini melepas 2,36 miliar saham, atau setara 30% kepemilikan.

Raup Rp 1,9 Triliun

Perinciannya sebanyak 26% saham ditawarkan ke investor institusi atau ritel, sedangkan 4% sisanya untuk management stock option (MSOP).

Berdasarkan harga saham yang ditawarkan tersebut, BTN setidaknya meraup sekitar Rp 1,9 triliun. Dari dana publik yang terserap membuat rasio kecukupan modal (CAR) BTN menjadi 27 persen dari yang sebelumnya sebesar 15,04 persen.

Dengan kata lain, BTN akan mengalami pertambahan modal menjadi Rp 5 tribun dari yang sebelumnya Rp 3,4 triliun "Sehingga hal ini bisa membuat leverage penyaluran kredit perseroan menjadi Rp 60 triliun," ujar Evi.

Dengan rampungnya proses IPO tersebut, BTN hampir dipastikan bisa mencatatkan sahamva di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 17 Desember 2009 nanti, (cr-7)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130