Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


IPO BTN Tunggu SK Boediono

09/03/2007
 
RENCANA penawaran perdana Initial Public Offerring (IPO) Bank Tabungan Negara (BTN) masih menemui kendala. Rencana itu sangat bergantung dengan keputusan Menko Perekonomian Boediono. Sejauh ini, Meneg BUMN Sugiharo sudah mempersiapkan surat agar IPO BTN segera bisa direalisasikan. Seperti dikatakan Meneg BUMN Sugiharto, keputusan DPR agar BTN masuk agenda untuk di-privatisasi, segera disampaikan secara resmi kepada Komite Privatisasi (KP). “Kita akan tulis surat ke KP untuk diagendakan dalam rapat KP berikutnya,” kata Sugiharto kepada wartawan di Jakarta, beberapa pekan lalu. Menurut mantan Direktur Keuangan Medco Grup itu, keputusan mengenai realisasi privatisasi termasuk IPO BTN berada di tanagan Menko Perekonomian Boerdiono. Hanya, dia tidak bisa memberikan jaminan kapan waktunya,”semuanya tergantung Menko. Kita berharap makin cepat makin bagus. Kita menunggu keputusan Menko dulu ya, jawabnya. Meski demikian, pria bertubuh subur iu menyaratkan masih terbukanya kemungkinan bagi BTN untuk masuk daftar BUMN yang akan di privatisasi. Apalagi, DPR telah memberikan dukunagn penuh agar BTN segera disusulkan tahun ini. Pandangan senada diungkapkan Deputi Meneg BUMN bidang restrukturisasi dan privatisasi, Mahmudin Yasin. Bahwa keputusannya bergantung Menko Perekonomian. Dikatakan, Kementrian BUMN telah menyiapkan surat tentang usulan privatisasi BTN itu ke kOmite Privatisasi. “ Keputusan Komisi XI DPR kemarin itu, pemerintah meninjau ulang penundaan IPO BTN. Nanti menteri akan mengirim surat dan menunggu arahan adri Komite Privatisasi lagi. Jalurnya kan harus melalui Komite privatisasi lagi. Ini sedang kami siapkan,” jelas Mahmudin Yasin. Ketika dinyatakan soal adanya gagasan merger antara BNI dengan BTN, Yasin membantah. BTN tidak akan dimerger. Kemungkinan besar dipersiapkan menjadi bank jangkar yang focus kepada pembiayaan KPR. Gagasan tersebut pernah muncul beberapa waktu lalu, namun hanya bersifat wacana saja. “ Itu tidak benar. Tidak ada pembahasan itu. Jadi, sudah tidak dibicarakan lagi, “tegasnya. Sebelumnya, Dirut BTN Kordradi mengaku sudah melakukan beberapa langkah untuk IPO. Namun demikian, penentu jadi-tidaknya IPO berada di tangan pemerintah sebagai pemegang saham terbesar. Rencananya, IPO BTN dilaksanakan pada kuartal II dan III tahun 2007. Kordardi mengakui, tidak ada kendala bagi pemerintah karena yang dilepas sahamnya hanya 30 persen dan tidak kemana-mana karena dimiliki publik. “ memang bisa dimaklumi karena kepemilikannya terdilusi, namun ini juga dalam rangka melaksanakan program pemerintah juga untuk mempercepat pembangunan rumah,” ujarnya. Dikatakan bahwa dengan IPO sebanyak 30 persen diharapkan BTN akan mendapatkan tambahan modal minimal Rp 2 trilyun sampai Rp 4 trilyun sampai dengan tahun 2009. Namun, apabila rencana IPO yang seharusnya dapat dilaksanakan pada kuartal 2 atau 3 tahun 2007 ini belum disetujui pemegang saham, maka BTN akan mencari cara lain untuk memperkuat modal.(ipr)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130