Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


IPO Bank BTN Diprioritaskan

10/04/2007
 
IPO (initial Public Offering) sebagai langkah privatisasi yang paling puas dan sangat mendesak yang dilakukan Bank Tabungan Negara (BTN). Sementara itu, tiga Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), masing-masing Mandiri, BNI dan BRI strategis menjajaki langkah merger sesuai dengan harapan sebagian besar rakyat yang menghendaki, kini cukup hanya dua bank pelat mereh, yaitu Bank BTN dan nama lain penggabungan (merger) tiga Bank pemerintah tersebut.   Bank BTN tidak boleh menghendaki akuisisi atau merger. Pasalnya, konsisten menyalurkan kredit di segmen Rumah Sederhana (RS) dan Rumah Sederhana Sehat (RSH) dengan sifat bisnis ‘pelayanan sosial’. Itulah membuat sebagian besar masyarakat, baik kalangan birokrat, politisi, parlemen dan pihak Realestate Indonesia mendorong percepatan IPO Bank BTN.   Sedangkan jajaran manajemen Bank BTN sendiri, sudah siap melaksanakan IPO dan menjamin saham Bank pemerintah itu tidak akan jatuh ke tangan investor asing. Bahkan tetap konsisten menjalankan misi’ pelayanan sosial’ penyaluran kredit RS dan RSH.   Tidak kepalang tanggung pimpinan dan sebagian besar anggota DPR terus mendesak Menteri Negara BUMN Sugiharto agar memprioritaskan Bank BTN untuk melaksanakan privatisasi pada 2007. Pasalnya, privatisasi BTN diperlukan untuk memperoleh sumber pendanaan dalam mendukung pengadaan 1,3 jut unit rumah sederhana yang dicanangkan pemerintah lima tahun ke depan.   Privatisasi harus direncanakan secara cermat dan tidak  boleh atas dasar suka-sama suka, apalagi bertendensi politik. Untuk itu, diharapakan agar kantor Kementerian Negara BUMN privatisasi Bank BTN ketimbang perusahaan-perusahaan BUMN yang terus mengalami kerugian alias bermasalah,”pinta Ketua Komisi XI DPR Awal Kusumah kepada pihak Kantor Kementerian Negara BUMN.   Dewan mendesak Menneg BUMN untuk memberikan laporan yang lengkap sehingga alasan yang disampaikan masuk akal. BTN merupakan salah satu yang paling siap ketimbang BNI dan perusahaan BUMN yang lain.   Pimpinan dan sebagian besar anggota Komisi XI tetap meminta klarifikasi Sugiharto yang berencana menunda privatisasi BTN. Padahal, dalam surat Menteri negara BUMN yang disampaikan DPR pada 30 November 2006 menyebutkan, BTN merupakan daftar utama BUMN yang akan dilakukan penawaran saham perdana (IPO).”Komisi XI tetap konsisten dengan hasil Raker pada 7 Maret dan 24 Agustus 2005 yang juga dihadiri pemerintah.   Keputusan tidak bisa diganti di tengah jalan dan prosesnya secara tiba-tiba dihentikan tanpa alasan jelas.     ”Dengan alasan apapun, privatisasi Bank BTN jauh lebih baik, penting dan strategis untuk didahulukan ketimbang BNI, jasa Marga, dan Wjaya Karya,’tegasnya.   Wakil Ketua Komisi XI Walman Siahaan menimpali pendapat Awal Kusuma, pihaknya segera membentuk Panitia Kerja (Panja) yang akan membahas BUMN mana yang akan diprivatisasi tahun ini. Pimpinan Komisi XI dalam kesempatan itu, sependapat dengan pendapat sejumlah anggota Dewan agar privatisasi Bank BTN menjadi prioritas utama pemerintah.   Menteri Negara Perumahan Rakyat Jusuf Asy’ar dan pendiri REI Ir Ciputra dengan nada sama secara terpisah mendukung Bank BTN melakukan IPO guna memperkepas sahamnya kepada stakeholder properti, seperti pengembang, anggota REI atau Asosiasi Perumahan Seluruh Indonesia atau APERSI.      
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130