Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Industri Kecil DIY-Jateng Rugi Rp 100 Miliar

31/05/2006
 
New Page 1 JAKARTA - Sentra-sentra industri kecil dan menengah (IKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, khususnya Bantul dan Klaten, telah lumpuh akibat gempa. Kerugian yang diderita mereka mencapai lebih dari Rp 100 miliar. "Alat-alat produksi milik IKM juga hancur," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia MS Hidayat usai penandatanganan kerja sama Kadin Indonesia dan Pemkot Pekalongan untuk mendirikan museum batik di Jakarta, Selasa (30/5). Berdasarkan informasi Kadinda DIY dan Jateng, kata Hidayat, sekitar 80% alat produksi dan sektor-sektor usaha di daerah sentra produksi IKM rusak parah. Bantul dan Klaten yang merupakan daerah terparah kena bencana, kebetulan merupakan sentra IKM. "Yang terkena bencana itu adalah sektor pariwisata, IKM di bidang mebel, jasa boga, perkakas, sentra produksi kerajinan, batik, pertanian jagung, ritel, dan industri kecil lainnya. Bahkan, sektor pariwisata diprediksi akan lumpuh selama enam bulan ke depan," ungkap Hidayat. Dalam dua minggu ke depan, kata Hidayat, Kadin akan berupaya membantu mengumpulkan dana untuk pemulihan roda ekonomi di Yogya dan Klaten. Selain itu, Kadin akan memberikan advokasi untuk membantu nasabah memperoleh keringanan kredit perbankan maupun menyelesaikan kontrak-kontrak yang belum beres. "Tim advokasi Kadin juga akan memperjuangkan agar pemerintah menghapuskan seluruh utang para korban dan melindungi deposito mereka. Kami akan bekerja sama dengan Kadin negara-negara sahabat guna membantu alat-alat produksi IKM yang rusak terkena musibah itu," katanya. Hidayat memprediksi pertumbuhan industri sebesar 7,7% tahun ini tidak akan tercapai. Selain sektor riil belum jalan, bencana-bencana gempa turut andil menghambat pertumbuhan industri. "Saya perkirakan pertumbuhan industri tahun ini hanya 5%," kata Hidayat. Sedangkan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Suryadharma Ali menyatakan, pemerintah sedang mengkaji pemberian keringanan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang terkena musibah gempa. "Keringanan itu berupa penghapusbukuan kredit atau dalam bentuk lainnya," ujarnya. Dia mengatakan, selama ini Yogya dikenal sebagai pemasok kerajinan ke berbagai daerah lainnya. Yogya memasok 40% produk kerajinan yang dijual di Bali. Hapus Buku Terkait dengan kerusakan dunia usaha akibat gempa, bank-bank memutuskan penghapusbukuan kredit. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menghapusbukukan kredit sebesar Rp 140 miliar atau 0,18% dari total pinjaman BRI yang dikucurkan untuk DIY dan sekitarnya. Menurut Dirut BRI Sofyan Basir, total kredit BRI melalui kantor cabang Bantul, Wonosari, dan Klaten tercatat Rp 739 miliar, atau 0,95% dari total pinjaman BRI Rp 78 triliun per April 2006. "Potensi kehilangan pendapatan bunga akibat penghapusbukuan tersebut sekitar Rp 30 miliar," kata dia usai RUPS BRI, kemarin. Potensi kerugian termasuk rendah karena adanya penutupan asuransi. BRI menganggarkan hapus buku tahun 2006 sebesar Rp 265 miliar. BRI, kata Sofyan, juga tetap berkomitmen mengucurkan kredit baru ke wilayah gempa itu tiga bulan lagi. Komitmen penghapusbukuan kredit juga datang dari PT Bank Tabungan Negara (BTN). Direktur Kredit BTN Siswanta mengatakan, pihaknya masih mendata kredit debitor yang layak dihapusbuku maupun direstrukturisasi. Di Bantul, nasabah KPR BTN tercatat 500 orang. Namun dia belum bisa menjelaskan jumlah KPR yang bakal dihapusbukukan. Dana Luncuran Di tempat terpisah, Ketua Panitia Kerja A Panitia Anggaran DPR RI Bachrudin Nason mengungkapkan, ada potensi dana sebesar Rp 1,4 triliun sisa luncuran APBN 2005 yang dapat direalokasikan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di DIY-Jateng. Panitia Anggaran DPR RI akan membicarakan hal tersebut dengan pemerintah pada pembahasan RAPBN-P 2006, Juni ini. Dia menambahkan, DPR mendesak pemerintah untuk mengajukan moratorium maupun hair cut (potongan utang) kepada para kreditor asing. Sementara itu, Kepala Badan Pengkajian Ekonomi, Keuangan, dan Kerja sama Internasional (Bapekki) Departemen Keuangan AnggitoAbimanyu mengatakan, pembahasan RAPBN 2007 akan mengakomodasi kebutuhan pasca-bencana. "Kalau asumsinya belum ada perubahan, tapi spending-nya bertambah," ujarnya. Seperti diberitakan, ada dana Rp 15 triliun dari alokasi belanja pemerintah pusat yang belum terserap di APBN 2005. Dana tersebut dialihkan sebagai dana luncuran di APBN 2006. Hingga 30 April 2006, dana luncuran itu baru terserap 50%. Asuransi Di wilayah gempa, perusahaan asuransi sibuk mendata bangunan objek asuransi yang rusak. Sejauh ini, total nilai pertanggungan aset di wilayah gempa DIY-Jateng mencapai Rp 4,2 triliun, meliputi 200 objek. Namun, pihak Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) belum dapat memperkirakan kerugian yang terjadi. "Kita masih me- nunggu estimasi klaim dari anggota," ujar Ketua AAUI Frans Y Sahusilawane kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Nilai pertanggungan aset paling tinggi tercatat di Yogyakarta, yakni Rp 2,8 triliun, disusul Boyolali Rp 824 miliar, dan Magelang Rp 396 miliar. Ia menjelaskan, nasabah (tertanggung) yang memiliki polis standar gempa bumi dan allrisk akan mendapat ganti rugi. Namun, polis yang hanya mencakup asuransi kebakaran atau standar asuransi kendaraan bermotor tidak berhak mengajukan klaim, jika polisnya tidak diperluas dengan jaminan risiko gempa bumi. Frans mengingatkan masyarakat tertanggung yang hendak memperoleh klaim asuransi tidak melebihi batas waktu 30 hari untuk polis gempa bumi Namun, dia mengimbau perusahaan asuransi agar memberi kelonggaran terhadap tertanggung yang terlambat melapor atau tidak melengkapi dokumen sesuai perjanjian, mengingat bencana ini sifatnya force majeure. Listrik-BBM Gratis Sementara itu, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membebaskan biaya pemasangan kembali seluruh instalasi listrik untuk korban gempa DIY-Jateng. "Saya kira free semuanya, termasuk instalasinya. Semua kewajiban PLN sampai ke meteran tetap akan kita layani dan kita sambungkan," kata Direktur Pelayanan dan Niaga PLN, Sunggu Aritonang, di sela raker dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Selasa. Total biaya pemasangan listrik tersebut diperkirakan Rp 160 miliar. PLN sudah menurunkan tun teknis terdiri 300 orang untuk memperbaiki 1.560 gardu yang rusak. Pemberian gratis juga ditempuh Pertamina, berupa minyak tanah untuk wilayah yang menderita kerusakan parah, seperti Kecamatan Prambanan (Klaten) dan di Kabupaten Bantul. Pertamina juga memberikan bantuan premium dan solar kepada tim evakuasi. Hingga kemarin, Pertamina telah menyerahkan bantuan premium sebanyak 5.000 liter, solar 5.000 liter, dan minyak tanah 20.000 liter. Bantuan disampaikan Dirut Pertamina Ari H Sumarno, Direktur Hulu Sukusen Sumarinda, dan Direktur Pengolahan Suroso, kemarin, saat mengunjungi korban gempa. Menurut Juru Bicara Pertamina M Harun, dari 74 SPBU di DIY dan sekitarnya, hanya satu rusak. Ada dua SPBU di Bantul yang belum beropersi karena karyawannya terkena musibah gempa.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130