Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Inpres Percepatan RSh Segera Terbit

19/06/2006
 
New Page 1 Surabaya, Bisnis RM - Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera), Mohammad Yusuf Asy'ari, mengatakan pemerintah bakal menerbitkan Inpres tentang Percepatan Pembangunan Rumah Sehat Sederhana (RSH) untuk mempercepat program pembangunan sejuta rumah. "Kami sebenarnya ingin mengeluarkan Inpres Percepatan Pembangunan Perumahan RSh, sekarang ada di Sekretaris Kabinet untuk diajukan ke Presiden. Inpres ini akan melibatkan banyak kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Departemen," ujar Yusuf, usai membuka Rakerda REI Jatim di Surabaya, baru-baru ini. Dia tidak mempersoalkan kalau Pemprov Jatim lebih dulu membentuk Tim Percepatan Pembangunan RS yang dipimpin Sekdaprov Jatim, karena proses dengan menteri terkait harus tuntas terlebih dulu sehingga prosesnya menjadi panjang. "Kami tidak bisa apa yang kami mau kemudian disodorkan begitu saja ke Presiden, karena Inpres ini akan melibatkan 30 instansi . Selain itu pembuatan Inpres ini memperhatikan Undang-Undang Otonomi Daerah karena melibatkan pemerintah kabupaten maupun provinsi," katanya. Yusuf mengatakan dalam Inpres kelak menganjurkan agar pihak-pihak yang disebut dalam Inpres membuat program tentang pembangunan perumahan, misalnya yang paling elementer adalah lembaga tersebut harus membuat program pembangunan perumahan untuk pegawainya sendiri. Kemudian juga mempermudah keterkaitan birokrasi dalam pembangunan perumahan, misalnya bidang keuangan dengan memberi insentif bidang pajak termasuk pembebasan PPn untuk Rusun Tsunami seharga Rp 100 juta dan BBHTB yang kewenangannya ada di pemerintah daerah. Dia mengatakan pada tahun ini BTN telah menargetkan program pembangunan rumah murah sebanyak 100.000 unit. "Target ini Insya Allah akan tercapai, karena sekarang sudah dibangun sekitar 31.000 unit, data ini lebih bagus daripada 2005 hingga Mei, tapi angka tepatnya saya lupa," kata dia. Tentang sumbangan uang muka dari Bapertarum, dia mengatakan maksimum Rp 10 juta sedangkan pinjaman uang muka yang diberikan Jamsostek maksimum Rp 7,5 juta, sehingga tidak bercampur satu sama lain, tetapi memang mereka yang masuk Bapertarum tidak masuk Jamsostek.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130