Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Iqbal: Uang Muka KPR Sebaiknya diatas 10%

Sumber: Harian Ekonomi Neraca
24/06/2010
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Iqbal Latanro menyatakan, sebaiknya uang muka untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) diatas 10% dari total harga rumah. Alasannya, uangyang lebih besar akan meringankan konsumen dalam mencicil angsuran.
 
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Iqbal Latanro menyatakan, sebaiknya uang muka untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) diatas 10% dari total harga rumah. Alasannya, uangyang lebih besar akan meringankan konsumen dalam mencicil angsuran.
"Kami berharap uang muka rumah masih ada, karena itu bagian dari risiko yang ditanggung nasabah. Sebaiknya, uang muka di kisaran 11-15% sehingga cicilan konsumen lebih rendah," kata Iqbal disela penandatangan kerjasama SMF & BTN dalam transaksi jual beli hak tagih dan cessi di Jakarta, Rabu (23/6).
Menurut Iqbal, bank harus menanggung capital charge yang lebih tinggi jika uang muka ditetapkan maksimal 10%. Pasalnya, bank harus mencadangkan dana lebih besar karena BI menganggap risiko yang di­tanggung akan meningkat.
"Kalau uang muka 10%, barangkali kami naikkan lagi bunganya, karena ini dagang juga," ungkap Iqbal.
Saat ini, sambung Iqbal, sebenarnya fasilitas pinjaman uang muka bagi masyarakat sebenarnya bisa diperoleh dari beberapa lembaga. Misalnya, peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bisa mengajukan pinjaman uang muka rumah ke PT Jamsostek. Sementara untuk pegawai negeri bisa meminjam ke Bapertarum. "Ada juga lemba­ga lain yaitu Asabri atau YKPP Hankam," jelas Iqbal.
Dia melanjutkan, saat ini BTN tengah merintis penyedian perumahan un­tuk prajurit yang tinggal di sejumlah rumah dinas yang disediakan instansinya. "Kami sedang membuat modelnya, sebelumnya sudah dibentuk kelompok kerja," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa mengusulkan agar batas maksimal uang muka KPR sebesar 10% dari harga rumah. Kebijakan itu diharapkan bisa mendorong daya beli masyarakat khususnya untuk memiliki rumah sederhana sehat(RSH).
Transaksi Repo KPR
Dalam kesempatan itu, BTN dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mengembangkan transaksi repo KPR. Kerjasama keduanya difokuskan pada Jual Beli Tagihan KPR senilai Rp 500 miliar.
Mekanismen repo tersebut pada dasarnya hampir sama dengan transaksi repo yang berlaku pada obligasi yang diperdagangkan di pasar uang, namun yang digunakan sebagai underlying transaksinya adalah KPR.
"Ini merupakan model baru yang dilakukan BTN bersama SMF dalam upaya pengembangan sistem pembiayaan sekunder pe­rumahan di samping seku-ritisasi yang sudah ada da­lam bentuk EBA," terang Iqbal.
Mekanisme repo ini di­lakukan BTN sebagai alternatif untuk mernperoleh dana jangka panjang untuk membantu ekspansi kredit BTN. "Perbedaan yang se­derhana, kalau dulu (sekuritisasi) asemya oif balance sheet, kalau yang sekarang on balance sheet, jadi secara hukum menjadi milik SMF. Ini hal yang baru di Indonesia," katanya.
Menurut Iqbal, BTN akan membeli kembali hasil repo tersebut dalam jangka waktu 36 bulan ke depan atau 3 tahun.
Sementara itu, Direktur Utama SMF Erica Soeroto mengatakan, atas dana Rp 500 miliar itu secara hukum hak atas aset tagihan KPR beralih ke SMF, tetapi se­cara akuntansi masih milik BTN.
Pengelolaan aset KPR tetap ditangani BTN seperti halnya dengan transaksi sekuritisasi. SMF bemiat terus mengembangkan mo­del transaksi yang bertujuan menyediakan dana jangka menengah dan pan­jang bagi lembaga penyalur KPR. "Saat ini model tran­saksi yang dapat ditawarkan adalah jual beli tagihan KPR bersyarat dan tidak bersyarat Jual beli tagihan bersyarat merupakan pin­jaman, sedangkan tanpa syarat yaitu sekuritisasi," kata Erica.
Kegiatan yang dilaku­kan dua BUMN itu diharap­kan secara bertahap mampu menciptakan mekanisme pasar yang dapat menurunkan tingkat suku bunga KPR hingga memungkinkan masyarakat mampu menjangkau harga rumah di Indonesia.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130