Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Iqbal Latanro Calon Dirut BTN

07/09/2007
 
JAKARTA-Iqbal Latanro menjadi salah satu calon direktur utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) menggantikan Kodradi. Pria kelahiran Makassar 5 Oktober 1958 ini kini menduduki jabatan direktur BTN. Kepastian Iqbal sebagai calon dirut BTN disampaikan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil. "Salah satu calonnya adalah Pak Iqbal," ujar dia usai menjadi pembicara pada rapat kerjaDepartemen Perhubungan di Jakarta, Rabu (5/9). Menneg BUMN mengaku sedang menunggu keputusan Bank Indonesia tentang uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon dirut BTN. Menurut Sofyan, pergantian dirut BTN akan dilakukan pekan depan. Iqbal diangkat menjadi direktur BTN pada 17 Maret 2005. Pria penyandang gelar sarjana ekonomi dari Universitas Hasanuddin Makassar dan Pascasarjana Manajemen Bisnis pada universitas sama ini merintis karier di BTN dari bawah. Dia pernah menjadi kepala bagian pengelolaan dana, wakil kepala cabang utama Bandung, kepala cabang Makassar, kepala cabang Bekasi, kepala divisi pengelolaan dan kebijakan kredit. Berbagai pendidikan informal dalam dan luar negeri juga pernah diikuti Iqbal. Pada 1991, dia mengikuti dua pendidikan yakni course of study in effective housing finance University of Pennsylvania dan workshop for account officer the School of Development Banking Manila. Tahun 1993, Iqbal juga mengikuti pendidikan advisory meeting of the ISEI (Institute Saving Bank International) in Asia Pasific Region Posbank Singapura. Pendidikan lainnya yang diikuti adalah problem loans and loan syridication in the banking finance industry Securities Institute Education Sydney tahun 1996, Sespibank IBI Jakarta tahun 2001, dan workshop risk management in financial institutions GSH consulting 'Jakarta pada 2003. Selain itu, forum komite UU Anti Korupsi & implikasinya terhadap tanggung jawab komisaris dan direksi di perusahaan publik dan BUMN Ikatan Komite Audit Jakarta tahun 2005, workshop Fundamental Islamic Banking IBFIM Kuala lumpurMalaysia pada 2006, program sertifikasi manajemen risiko BSMR Singapura tahun2006, WSBI World Congress ke-2i WSBI Kuala Lujnpur-Malaysia pada 2006. Tantangan BTN Pengamat ekonomi Ichsanurdin Noorsy menilai, BTN di masa mendatang memiliki tiga tantangan. Pertama, BTN membutuhkan permodalan yang kuat terkait pemberlakuan Arsitektur Perbankan Indonesia. "Bank itu industri yang lapar mpdal," terang dia. Tantangan berikutnya adajah soal persaingan. Menurut Ichsan, BTN harus sanggup bersaing dengan sesama bank pelat merah maupun bank swasta. Sedangkan tantangan ketiga adalah perbaikan sistem back office dan front office BTN. Ichsan juga menilai BTN perlu meningkatkan kerja sama aliansi dengan para pengembang. "Kita tidak pernah mendengar BTN melakukan aliansi. Untuk itu, dirut BTN ke depan harus punya mental kuat, jeli melihat peluang, dan jangan asal menunggu. Ini buruh kerja keras," tegas dia. Ichsan menyayangkan sikap pasif BTN dalam menjalin kerja sama dengan pengembang di tengah pasar properti yang sedang booming. Terkait sosok dirut BTN, pengamat perbankan dari BNI Ryan Kiryanto mengaku tidak bisa memberikan gambaran sosok yang pantas menggantikan Kodradi. "Saya tidak tahu figur-figur di sana. Tapi secara umum bisa saya katakan bahwa pemerintah pasti sudah punya nama," jelas Ryan. Dia menilai, calon dirut dari internal BTN lebih mengetahui strategi bisnis bank tersebut. Selain itu, calon dari internal tidak perlu canggung dan menyesuaikan diri lagi. Menurut Ryan, persyaratan ini penting dan menjadi nilai tambah tersendiri jika pergantian maanjemen dilakukan pemerintah.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130