Isu rating utang gairahkan saham perbankan
New Page 1 JAKARTA : Isu membaiknya rating utang jangka panjang dan peringkat deposito sembilan bank di Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody's Investors Service bakal menyemarakkan saham perbankan di lantai bursa. Terkait kenaikan rating utang luar negeri
pemerintah Indonesia, Moddy's juga akan mempertimbangkan untuk menaikkan rating utang beberapa bank-bank publik diantaranya Bank Danamon, Bank Mandiri, Bank Niaga, Bank Permata, Bank Rakyat Indonesia, Bank Panin, Bank Negara Indonesia, BII serta Bank Tabungan
Negara. Hal ini dilatarbelakangi situasi perekonomian Indonesia yang membaik sehingga dampaknya terhadap perkembangan perbankan nasional cukup positif dan kondusif. Seiring dengan itu sentimen pasar terhadap saham perbankan meningkat dan membuat pemodal kembali
optimis berinvestasi. Saham-saham perbankan yang menjadi incaran investor didukung fundamental solid. Selain itu posisinya sudah terkoreksi cukup dalam selama periode-periode sebelumnya. Dampak isu kenaikan rating utang diperkirakan akan langsung menyentuh
pergerakan saham-saham bank publik. Investor pun mulai berspekulasi untuk mengantisipasi harga saham yang akan menguat. Sementara pada periode 20 sampai 27 Februari lalu aktivitas saham perbankan kurang atraktif dan hanya diwarnai spekulasi jual. Hal ini tercermin
dari indeks sektoral yang terkoreksi 2,1% ke level 100,94 (27 Februari). Pada kurun itu saham perbankan menjadi motor penggerak utama saham finansial yang seluruhnya dipindahtangankan sebanyak 777,992 juta lembar dan membukukan nilai transaksi Rp831,367 miliar.
Saham perbankan mendominasi sebesar Rp792,108 miliar, saham asuransi Rp29,465 miliar, saham sekuritas Rp2,069 miliar dan saham pembiayaan dipindahtangankan Rp2,588 miliar. Spekulasi jual melanda sebagian saham perbankan sehingga investornya rata-rata membukukan
kerugian 1,32%.