Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Jamsostek Incar 10% Saham BTN

27/08/2008
 
New Page 1 Oleh Rizal Calvary JAKARTA - PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) mengkaji untuk mengakuisisi 5-10% saham PT Bank Tabungan Negara (BTN). Namun, akuisisi itu hanya akan dilakukan melalui bursa. "Kami menargetkan akuisisi antara 5-10%, kalau BTN masuk bursa," kata Dirut Jamsostek Hotbonar Sinaga kepada Investor Daily usai penandatanganan kerja sama pembiayaan dengan PT Bank Century Tbk, di Jakarta, Selasa (26/8). Terkait rencana tersebut, Jamsostek akan melakukan uji tuntas atas profil keuangan BTN, termasuk rencana bisnis bank BUMN tersebut. "Kami lihat dulu profil finansialnya dulu, termasuk prospek bisnisnya seperti apa," kata dia. Jamsostek, lanjut dia, belum berminat untuk mengakuisisi bank secara langsung, kendati memiliki kekuatan likuiditas yang memadai. Maraknya bank-bank kecil mencari sumber pendanaan dan investor baru, belum mendorong manajemen Jamsostek untuk mengakuisisi bank. "Kebijakan pemilik belum sampai ke sana. Jadi, belum ada rencana, kata dia. Namun, Jamsostek mengincar saham bank-bank melalui bursa. "Untuk itu, kalau BTN IPO, kami kaji peluang itu ke sana," kata dia. Pekan lalu, BTN menggelar beauty contest atas beberapa calon penjamin emisi, baik perusahaan asing maupun lokal. BTN akan memilih tiga penjamin emisi dan kemudian diajukan ke Meneg BUMN Sofyan Djalil. Kick-off initial public offering (IPO) BTN diharapkan terlaksana pada November ini. Dari IPO, BTN menargetkan dapat menggalang dana Rp 1,9 triliun dari kebutuhan sebesar Rp 3,4 triliun. BTN juga mencari tambahan dana dari penerbitan obligasi sebesar Rp 1 triliun dan sekuritisasi aset kredit pemilikan rumah (KPR)senilai Rp 500 miliar. Hingga semester 1-2008, BTN berhasil merealisasikan penyaluran kredit Rp 8 triliun atau melampaui target tengah tahunan sebesar Rp 5,02 triliun. Bahkan, ekspansi kredit bank tersebut terus berkembang pesat. Per 8 Agustus lalu, realisasi kredit BTN telah mencapai 84% dari target Rp 10,04 triliun. Manajemen bank itu pun yakin penyaluran kredit hingga akhir tahun dapat mencapai Rp 13.5 triliun. "Pada 8 Agustus saja, realisasi kredit sudah 83,83% dari target tahun ini," kata Dirut BTN Iqbal Latanro di Batam, belum lama ini. Pada semester 1-2008, BTN membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 329 miliar dan hingga akhir tahun ditargetkan menjadi Rp 715 miliar. "Kami optimitis laba tersebut akan tercapai," kata dia. Terkait investasi lainnya, Hotbonar memaparkan, Jamsostek telah memborong surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk sebanyak Rp 1 triliun. Jumlah ini merupakan 22% dari nilai keseluruhan emisi SBSN sebanyak Rp 4,8 triliun. "Hal ini bagian dari peran serta Jamsostek terhadap sektor syariah," ungkap dia. Hingga kini, total dana kelolaan investasi Jamsostek telah mencapai Rp 65 triliun. Gandeng Century Bank Sementara itu, Jamsostek menjalin kerja sama dengan Bank Century dalam meluncurkan pembiayaan pinjaman uang muka (PUMP) bagi peserta Jamsostek. "Kerja sama ini merupakan upaya Bank Century untuk memperluas basis nasabah KPR." kata Presdir Bank Century Hermanus H Muslim. Bank Century memberikan bunga tetap sebesar 6% dengan jangka waktu maksimal sepuluh tahun. Bank hasil gabungan tiga bank ini mengincar pembiayaan KPR Rp 1 triliun. Bank Century mengaku sudah merealisasikan pembiayaan hingga 60-70% dari target tersebut. (Investor Daily Indonesia)  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130