Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Jamsostek Siap Mendukung BTN

08/10/2007
 
New Page 1 Soal pemenuhan mismatch dana jangka pendek dan jangka panjang PT Bank Tabungan Negara (BTN) ikut ditanggapi PT Jamsostek (Persero). Menurut Dirut PT Jamsostek, Hotbonar Sinaga, perusahaan pengelola jaminan sosial tenaga kerja tersebut memiliki kemampuan memperkuat struktur keuangan BTN. APALAGI, Jamsostek berkepentingan terhadap eksistensi BTN yang membiayai perumahan kalangan bawah, terutama pekerja. Namun, dia menambahkan, upaya menopang BTN tidak akan dilakukan dengan merger atau akuisisi, melainkan mekanisme pembelian saham. "Tapi, ini belum menjadi opsi Jamsostek. Hanya saja, kalau kita berandai andai Jamsostek akan mendukung eksistensi BTN bisa dilakukan dengan pembelian saham yang ditawarkan dalam IPO (Initial Public Offering), bukan private placement," kata Hotbonar seusai acara berbuka puasa bersama dengan wartawan di Gedung Jamsostek, Jakarta, kemarin. Seperti diketahui, beberapa waktu terakhir berkembang wacana terkait eksistensi BTN, bahkan sejumlah bank BUMN menyatakan kesiapan melakukan merger atau akuisisi BTN. Namun, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan merger BTN dengan bank BUMN lain. Dia juga mengungkapkan fungsi BTN sebagai institusi yang membiayai perumahan kelas bawah masih tetap diperlukan. "BTN bukan untuk di merger tetapi kita membicarakan bagaimana menyelesaikan mismatch antara dana jangka pendek dengan pembiayaan jangka panjang di BTN," kata Sofyan Djalil. Sementara itu, Hotbonar mengungkapkan, PT Jamsostek berkepentingan terhadap eksistensi BTN, terutama dalam kaitan pembiayaan KPR bagi pekerja. Dalam kaitan menopang keuangan BTN, lanjutnya, penempatan portofolio investasi PT Jamsostek sudah ditentukan sesuai dengan UU Nomor 22/ 2004. Dalam peraturan itu disebutkan, maksimal dana ditempatkan portofolio investasi 10 persen dari total aset Jamsostek yang sampai Agustus 2007 (unaudited) Rp 55,841 triliun. "Jadi maksimal besarnya penempatan Rp 5,5 triliun, tapi tentu kita tidak akan tempatkan seluruhnya di BTN, karena tergantung besarnya yield yang diperoleh. Apalagi, jika ditempatkan seluruhnya disitu, tidak ada penempatan dana investasi di saham-saham unggulan lain terkait dengan besarnya resiko yang mesti ditangung," kata bekas Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) itu. Selama ini, lanjutnya, PT Jamsostek sudah menempatkan portofolio dalam bentuk deposito di BTN sebesar Rp 600 miliar. "Mestinya penempatan deposito di Bank besarnya Rp 1-2 Triliun. Tapi, kita menempatkan Rp 600 miliar, karena terkait tingkat bunga diberikan. Dalam penempatan itu, Jamsostek mempertimbangkan kepentingan KPR bagi pekerja yang jadi peserta Jamsostek," paparnya. Hotbonar sendiri mengaku belum mempelajari secara bisnis terkait dengan prospek di PT BTN. "Kita belum mengambil opsi apapun, tapi yang jelas Jamsostek tidak mungkin melakukan merger atau akuisisi terhadap BTN, karena itu sudah di luar core kita," katanya. Dibagian lain, Hotbonar mengungkapkan aset yang berhasil dihimpun Jamsostek sampai dengan Agustus 2007 sebesar Rp 55,841 triliun atau meningkat dibandingkan dengan tahun 2006 yang baru sebesar Rp 49,624 triliun. Adapun yield yang diberikan pada peserta Jamsostek mencapai Rp 5,234 triliun pada tahun 2006 atau mencapai 10,5 persen. Sementara itu, sampai dengan Agustus 2007 yield yang diberikan pada peserta mencapai Rp 3,821 triliun atau sebesar 6,85 persen. "Sampai bulan Desember 2007 nanti, proyeksi yield yang diberikan pada peserta akan lebih besar lagi," jelasnya. Sementara itu dari sisi laba, lanjut Hotbonar, juga terjadi peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2006 laba bersih diperoleh Rp 723 miliar, gementara itu sampai dengan Agustus 2007, laba bersih yang diperoleh mencapai Rp 623 miliar. "Proyeksinya laba bersih Jamsostek pada 2007 mencapai Rp 840 miliar," jelasnya. Sementara itu untuk tahun 2008, prognosa laba bersih yang bisa diperoleh meningkat mencapai Rp 954 miliar dengan penambahan jumlah peserta 2,5 juta peserta Jamsostek. Adapun menyangkut portofolio Jamsostek, Hotbonar mengungkapkan, terjadi perubahan dari sebelumnya tahun 2006 dimana 40 persen-dialokasikan deposito, pada tahun 2007, sebesar 40 persen diinvestasikan pada obligasi. Sementara itu, investasi deposito sebesar 20 persen, reksa dana sekitar 4-5 persen, penyertaan 1-2 persen, property 1 persen dan sebagian diinvestasikan di sejumlah saham unggulan. FN
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130