Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


KIK EBA BTN Laris Manis, Beri Bunga 11%

Sumber: Harian Kontan
12/11/2009
JAKARTA. Penjualan produk kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) DSMF 02-KPR Bank Tabungan Negara (BTN) laris manis. Nilai emisi efek yang dicatatkan ini laku sebesar Rp 360 miliar. Kali ini, mereka menawarkan tingkat bunga 11% bertenor 3 tahun-5 tahun.
 
Erica Soeroto, Presiden Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), mengatakan penjualan KIK EBA kali ini lebih mudah ketimbang produk sebelumnya Pembelinya berasal dari investor institusi, dana pensiun, bank, hingga investor ritel. Sayangnya, dia enggan mengungkapkan bagaimana proporsi penjualan KIK EBA. "Yang penting, produk ini laku terjual. Siapa yang membeli, kami tidak bisa menyampaikan," terangnya

Tapi, ada satu hal yang membuat produk KIK EBA ini tetap kurang menarik. Yaitu, pasar sekunder KIK EBA yang tidak likuid. Buktinya, di hari pertama perdagangan, tidak ada investor yang melakukan transaksi jual beli terhadap DSMF 02 ini. "Kami selaku pembeli siaga wajib mengaktifkan perdagangan di pasar sekunder," ujar Erica

Karakter produk DSMF 02 ini hampir sama dengan DSMF 01. Keduanya mempunyai rating kredit tertinggi, yaitu (idAAA) dari Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo). Hanya saja, DSMF 02 memiliki tiga penjamin emisi. Mereka adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Banana Securities, dan PT Mandiri Sekuritas.

Eko Radianto, Sekretaris Perusahaan SMF, mengatakan produk DSMF 02 ini terdiri dari 29.251 akun KPR dengan rata-rata tagihan Rp 24.5 juta selama 10 tahun. Masa jatuh tempo produk tersebut adalah 10 tahun.

Selain menerbitkan efek senilai Rp 360 miliar, SMF juga meluncurkan efek kelas B dengan nilai Rp 31 miliar yang berbunga 12%. "Kelas B ini diserap oleh BTN sebagai penerbit kredit pertama," tutur Eko. Dus, total penerbitan KIK EBA sampai akhir tahun ini mencapai Rp 500 miliar.

Meski penerbitan KIK EBA kali ini cukup menguras tenaga BTN tidak kapok dan akan menjual produk yang sama pada tahun depan. "Semester kedua tahun depan, kami akan menjual produk KIK EBA lagi sebesar Rp 500 miliar," ungkap Iqbal Latanro, Direktur Utama BTN. SMF menargetkan jumlah sekuritisasi lebih besar di tahun 2010, yakni Rp 2 triliun.

Avanty Nurdiana
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130