Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


KPR BTN Mulai Gunakan Fasilitas Likuiditas

Sumber: Sinar Harapan, 02 Oktober 2010
04/10/2010
Mulai 1 Oktober 2010, Bank BTN sudah melakukan realisasi kredit bagi permohonan kredit untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
 
Mulai 1 Oktober 2010, Bank BTN sudah melakukan realisasi kredit bagi permohonan kredit untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Kami menyambut positif dukungan dan kesiapan semua pihak dalam mempercepat proses realisasi FLPP ini. Ini momen yang sangat baik dan ditunggu banyak pihak terkait dengan bisnis pembiayaan perumahan," kata Iqbal Latanro, Direktur Utama Bank BTN pada saat menyaksikan penandatanganan akad perjanjian kredit yang pertama kali dengan FLPP di Bekasi, Jumat (1/10).

Ia berharap, dengan direalisasikannya KPR dengan mekanisme FLPP menjadi semangat baru dalam mendorong program perumahan nasional. FLPP dipastikan akan dapat mendongkrak kapasitas Bank BTN dalam menyalurkan kredit.
Dia mengungkapkan, dengan skim baru pembiayaan KPR bersubsidi ini, pemerintah akan menyediakan 60% sumber pendanaan KPR dalam bentuk penempatan dana di Bank BTN.

"Ini membawa konsekuensi pada bertambahnya dana yang ada di Bank BTN. Dengan komposisi ini berarti Bank BTN memiliki kapasitas yang lebih besar untuk melakukan ekspansi kredit," jelas Iqbal.

Hal ini, katanya, juga membawa peluang yang cukup besar bagi terbukanya peluang bagi masyarakat yang akan memanf aatkan KPR untuk membeli rumah melalui skim FLPP. Dengan kondisi ini pemerintah dimungkinkan secara berkala akan dapat memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat.

Adapun skim FLPP yang ditetapkan oleh Menpera menunjukkan adanya keberpihakan Pemerintah kepada rakyatnya. Hal ini, katanya, dapat dilihat dari banyaknya perubahan dalam skim FLPP yang memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Seperti, jangka waktu subsidi yang lebih panjang dengan suku bunga lebih rendah yang berlaku fixe rate selama masa kredit.

Harga rumah bebas dengan kredit sesuai batas maksimal KPR yang diberikan. Dipaparkan, FLPP menjadi solusi dalam menjawab kesenjangan dana yang sering terjadi selama ini dalam pembiayaan perumahan melalui skim KPR.

Hal ini disebabkan penempatan dana dalam skim FLPP disesuaikan agar fully match dengan jangka waktu KPR yang diberikan dengan maksimal 15 tahun. Skim FLPP akhirnya juga mendorong terciptanya besaran suku bunga yang relatif rendah karena dana pemerintah yang ditempatkan di Bank BTN untuk skim FLPP diberikan bunga yang sangat rendah.

Dengan cost of fund atau biaya dana yang sangat murah, suku bunga KPR bagi masyarakat dipastikan akan sangat rendah. Dengan demikian, dari komposisi yang ada, FLPP dapat menekan suku bunga KPR menjadi 8,15% fixed rate selaƂ¬ma jangka waktu kredit. "FLPP memberikan kemudahan bagi masyarakat," tambahnya.

Empat Produknya

Sebelumnya, BTN berencana akan merealisasikan fasilitas ini dalam tahap awal pada empat produk BTN, di antaranya KPR Sejahtera Tapak, KPR Sejahtera Susun, KPR Sejahtera Syariah Tapak, dan KPR Syariah Susun.

Sementara itu, untuk operasional pelaksanaan kebijakan pengadaan perumahan, melalui pembiayaan rumah sejahtera (FLPP) dituangkan dalam perjanjian kerja sama operasi (PKO) tentang penyaluran dana melalui KPR Sejahtera Tapak dan KPR Sejahtera Rusun.

Dengan pertimbangan waktu yang tersedia sampai dengan akhir tahun, BTN akan mengoptimalkan pemanf aatan dana FLPP untuk memfasilitasi penerbitan 24.000 unit KPR Sejahtera Tapak dan 1.500 KPR Sejahtera Susun.
BTN, jelas Iqbal, bersepakat merealisasikan akad FLPP Kemenpera pada 1 Oktober tahun ini dengan dana kelolaan sebesar Rp 2,68 triliun untuk mencapai sebagian besar target perumahan Kemenpera sepanjang semester II-2010.

Melalui FLPP, BTN berkomitmen memberikan suku bunga kredit tetap (fixed rate) sekitar 8,15% selama 15 tahun kepada calon debitur perumahan yang memiliki penghasilan tetap sekitar Rp. 2;5 juta-4,5 juta per bulan.

Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa menjelaskan, pelaksanaan FLPP merupakan tindak lanjut Keputusan Menteri Keuangan No 290/KMK.05/2010 tertanggal 15 Juli 2010. Adapun, badan pelaksana FLPP akan dijalankan oleh badan layanan umum pusat pembiayaan perumahan (BLU-PPP).

Guna menyiasati supaya bisa fix selama 15 tahun, BTN akan menerbitkan obligasi lebih banyak daripada biasanya. Fasilitasnya memang 15 tahun, tapi jatuhnya bukan 15 tahun karena persoalannya diatasi dengan menerbitkan surat berharga berjangka panjang.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP-REI) Teguh Satria mengatakan para pengembang meyakini bahwa pelaksanaan FLPP akan mengurangi tingkat backlog sekitar 7 juta-8 juta unit perumahan jika pemerintah menjalankannya secara konsisten.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130