Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


KPR BTN Sudah 11 Ribu Unit

27/03/2006
 
New Page 1 Jakarta - Direktur Utama Bank Tabungan Negara Kodradi menyebutkan bahwa sampai tanggal 22 Maret 2006 permohonan KPR yang telah direalisasikan 11.942 unit. Bahkan, kata dia jumlahnya bisa lebih tinggi lagi dengan adanya komiten dari Jamsostek komitmen itu berupa penyediaan pinjaman uang muka bagi pekerja anggota Jamsostek dengan bunga 2 persen lebih ringan dari bunga yang berlaku. Dengan demikian, lanjut dia disamping bantuan uang muka dan selisih bunga dari APBN bagi masyarakat berpendapatan rendah, juga tersedia dari Tabungan Perumahan (Taperum) bagi PNS, dan kini dari Jamsostek dengan jumlah dana yang dialokasikan bagi 200.000 unit rumah. Namun, kata Kodradi, berdasarkan pengalaman sumber-sumber dana tersebut ternyata tidak terserap seluruhnya. Karena biasanya untuk dana Jamsostek yang telah ditempatkan di BTN masih menunggu rincian petunjuk dan pelaksanaan (juklak) menyalurkannya. Berdasarkan data terakhir realisasi kredit Bank BTN tahun 2005 sebesar Rp5,7 triliun, dengan jumlah debitur 121.698 melebihi target yang direncanakan sebesar Rp4,08 triliun dengan jumlah debitur 99.692. Dari jumlah itu Rp2,2 triliun disalurkan untuk Rumah Sederhana Sehat sebanyak 78.287 unit melampaui target 75.000 unit dengan nilai Rpl,7 triliun. Sebelumnya Kodradi juga menyebutkan, bahwa hasil audit terhadap Bank Tabungan Negara (BTN) tahun 2005 telah dituntaskan. Berdasarkan hal tersebut BTN berhasil membukukan laba bersih setelah pajak Rp436,7 miliar. Angka ini berarti meningkat 119,7 persen dari target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP). Jumlah itu juga berarti BTN berhasil meningkatkan laba sekitar 18 persen pada tahun 2004 yang mencapai Rp370 miliar. Menurutnya, BTN bukan BTN berhasil membukukan laba bersih setelah pajak Rp436,7 miliar. Angka ini berarti meningkat 119,7 persen dari target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP). Jumlah itu juga berarti BTN berhasil meningkatkan laba sekitar 18 persen pada tahun 2004 yang mencapai Rp370 miliar.satu-satunya bank yang mengalami kenaikan laba, hampir semua bank yang bermain dalam kredit ritel termasuk Bank BRI labanya juga mengalami kenaikan. Bedanya kalau BRJ mayoritas kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) maka BTN kepada Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kodradi mengatakan, ditehgahtengah kondisi ekonomi yang belum pulih tingkat inflasi dan suku bunga perbankan tinggi hanya sektor ritel yang mampu bertahan karena jumlah debiturnya banyak sehingga resiko lebih menyebar. Dikemukakan juga kenaikan laba pada bank-bank yang bermain di sektor relatif lebih stabil, tidak melonjak dengan fluktuasi yang tajam karena rasio kredit macetnya (NPL) rendah seperti Bank BTN yang hanya 1,5 persen. Berdasarkan catatan, bank dengan rasio kredit macet tinggi maka bank harus menyisihkan sebagian pendapatannya sebagai cadangan yang pada akhirnya mempengaruhi perolehan labanya. Mengenai kemungkinan tahun 2006 akan membukukan kembali kenaikan laba, Kodradi, belum dapat memastikan tetapi yang jelas minimum setara dengan pencapaian laba tahun 2005. Pertimbangannya, dalam tahun anggaran 2006 Bank BTN mulai dikenakan pajak perusahaan (PPh Badan) yang sebelumnya tidak dikenakan karena akumulasi kerugian waktu krisis ekonomi selama lima tahun. "Saya optimis meskipun mulai dikenakan PPh Badan akan tetap mempertahankan kinerja perusahaan tentunya dengan efisiensi dan kerjakeras," ucap Kodradi.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130