Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


KPR Bersubsidi Angkat Performa BTN

Sumber: Harian Ekonomi Neraca
21/04/2010
Emiten perbankan, PT Bank Tabungan Negara tbk (BBTN) tercatat berhasil mencetak kenaikan laba bersih hingga 72% sepanjang kuartal I 2010 jika dibandingkan periode sebelumnya. Laba bersih BBTN tercatat naik menjadi Rp 187,9 miliar dari sebelumnya Rp 109,4 miliar
 
Emiten perbankan, PT Bank Tabungan Negara tbk (BBTN) tercatat berhasil mencetak kenaikan laba bersih hingga 72% sepanjang kuartal I 2010 jika dibandingkan periode sebelumnya. Laba bersih BBTN tercatat naik menjadi Rp 187,9 miliar dari sebelumnya Rp 109,4 miliar.
Kenaikan laba bersih tersebut dipicu tingginya permintaan KPR bersubsidi dan penyaluran kredit untuk konstruksi. Dimana BBTN berhasil mencatat kredit senilai Rp 43,1 triliun pada kuartal I 2010 atau naik 28,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Pasca IPO atau penawaran saham perdana kinerja Bank BTN menunjukkan peningkatan berarti," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro.
Laporan keuangan juga disebut capaian Triwulan I perseroan menunjukkan hampir semua indikator keuangan mengalami pertumbuhan positif dibanding periode yang sama tahun 2009. "Bahkan dalam analis meeting yang diselenggarakan awal bulan ini, investor yang hadir menyatakan rasa puas atas kinerja yang ber­hasil dicapai," kata Iqbal.
Iqbal mengatakan, baik dari sisi aset, kredit, dana pihakketiga, Laba dan bahkan beberapa rasio keuangan penting memperlihatkan kenaikan. Berdasarkan ki­nerja perusahaan per 31 Maret 2010 (unaudited) Bank BTN telah membukukan Aset Rp56,2 triliun tumbuh 21,3 % dari asetnya pada periode yang sama tahun 2009 yang sebesar Rp46,3 triliun.
Sementara dari sisi Kre­dit juga mengalami pertumbuhan dari Rp33,5 triliun pada 31 Maret 2009 menjadi Rp43,1 triliun pada 31 Maret 2010. Pertumbuhan kredit ini mencapai 28,6%. Pencapaian ini ditopang ekspansi kredit perseroan selama triwulan I tahun 2010 yang mencapai lebih dari Rp.4,5 triliun.
Sementara pada periode yang sama tahun 2009 eks­pansi kredit hanya sebesar Rp3,1 triliun. Dengan potret ekspansi kredit ini dimungkinkan pertumbuhan kredit perseroan pada tahun 2010 akan lebih tinggi dibanding tahun 2009.
Meskipun ekspansi kre­dit Bank BTN cukup tinggi, tetapi perseroan berhasil menjaga NPL kreditnya tetap sehat. NPL (Net) Bank BTN per 31 Maret 2010 ter­catat 3,2%. NPL ini lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama ta­hun 2009 yang sebesar 3,4%.
Manajemen Bank BTN optimis pertumbuhan kredit akan tetap dapat dikendalikan sesuai dengan toleransi Bank Indonesia. Semen­tara Dana Pihak Ketiga tumbuh dari Rp 32,9 triliun pada 31 Maret 2009 menjadi Rp37,9 triliun pada periode yang sama tahun 2010. Da­na pihak Bank BTN pada tahun 2010 pertumbuhannya mencapai 15%.
Beberapa rasio keuan­gan Bank BTN per 31 Maret 2010 antara lain dapat dilihat pada CAR, NPL, NIM, CIR masing-masing sebesar 20,5%, 3,2%, 5,6% dan CIR 58,6%. Rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan jika dibanding pada periode yang sama tahun 2009 mas­ing-masing 15,4%, 3,4%, 3,8% dan CIR 70,7%.
Dengan potensi dan peluang yang dimiliki perse­roan, Iqbal Latanro optimis bahwa rasio-rasio keuangan Bank BTN akan dapat dipertahankan dan diupayakan menjadi lebih baik pada periode berikutnya.
Target Laba
Sementara itu, untuk tahun ini BTN menargetkan kenaikan laba pada tahun ini sebesar 51% menjadi Rp740 miliar. Per Desember 2009, laba BTN sebesar Rp490 miliar atau naik 14% dari tahun sebelumnya.
"Optimisme tersebut didasarkan pada tingginya dana segar (fresh fund) dari hasil initial public offering (IPO) tahun lalu sebesar Rpl,88 triliun. Selain itu, selama dua bulan di 2010 ini laba BTN sudah on track lebih baik," tegas Direktur Keuangan BTN Saut Pardede dalam "Pemaparan Ki­nerja BTN 2009" di Menara BTN Jakarta.
Selama 2009 lalu, ekuitas perseroan naik 77,41% dari Rp3,l triliun menjadi Rp5,4 triliun. Sementara aset naik 30,06% dari Rp44,99 triliun menjadi Rp58,51 triliun. Dengan ke­naikan ekuitas itu, juga berdampak pada rasio kecukupan modal (capital adequa­cy ratio/CAR). Hingga akhir 2009, CAR perseroan naik 37,53% dari 15,08% menjadi 20,74%.
"Sebenarnya laba per­seroan di akhir 2009 lalu naik 24 % menjadi Rp535 miliar. Namun karena ada biaya provisi dan biaya lain-lain maka laba kami tekan menjadi hanya naik 14 %. Sehingga kami tetap menargetkan pertumbuhan laba sebesar 51 %," katanya.
Untuk menggenjot laba tersebut, lanjut Saut, perse­roan akan menganggarkan biaya modal (capital expen­diture) di tahun ini sebesar Rp343 miliar. Nilai itu naik 21,2 % dari capex tahun lalu sebesar Rp283 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan pembukaan kantor layanan setingkat kantor kas di kan­tor pos secara online sebanyak 500 kantor per tahun. Per Februari ini jumlahnya sudah 60 kantor.
Selain itu, alokasi capex juga akan dianggarkan un­tuk pembenahan infrastruktur teknologi informasi (IT). Pihaknya akan membuat e-loan (proses kredit cepat terkomputerisasi) dan e-collection (permudah layanan pembayaran debitur).
"Biaya dana (cost of fund) kami masih tinggi. Se­hingga kami akan memangkas melalui proses birokrasi kredit cepat (e-loan dan e-channel) dan memberikan bunga kredit bersaing. Se­lain itu, kami akan menggenjot dana murah sehingga potensi pendapatan non-bunga perseroan kian membesar," katanya.
Direktur Utama BTN Iqbal Latanro menjelaskan pendapatan perseroan pada 2009 tercatat naik 25,6 % dari Rp4,56 triliun menjadi Rp5,73, triliun. Pendapatan tersebut ditopang dari bu­nga kredit KPR dan bunga kredit modal kerja. "Penda­patan perseroan tahun lalu ditopang 90 % pendapatan bunga kredit dan nisbah bagi hasil kredit modal kerja secara syariah," katanya.
Selama ini kredit pemilikan rumah (KPR) mengontribusikan ke pendapatan sebesar 93,99%. Sisanya dari non housing seperti pemberian KMK Syariah dan kredit usaha rakyat. pph
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130