Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


KPR Bersubsidi Dipatok Maksimal Rp 144 Juta

29/01/2008
 
New Page 1 JAKARTA (Ml): Meski harga bahan bangunan seperti semen dan baja mulai merangkak naik, batas maksimum kredit kepemilikan satuan rumah susun (sarusun) bersubsidi tetap dipatok maksimal Rpl44 juta. Sekretaris Kementerian Negara Perumahan Rakyat Iskandar Saleh mengungkapkan hal itu seusai penandatanganan kesepakatan bersama pembentukan tim percepatan pembangunan perumahan untuk peningkatan kesejahteraan pekerja dan buruh (P5KP) di Gedung Depnakertrans, Jakarta, kemarin. Tim itu terdiri dari unsur Depnakertrans, Kementerian Perumahan Rakyat, dan Departemen Pekerjaan Umum (PU). Kelompok pekerja dan buruh yang termasuk dalam kategori berpenghasilan menengah ke bawah merupakan salah satu pihak yang dapat memperoleh bantuan subsidi kredit pemilikan rumah (KPR). Pada tahun ini hingga 2009 pemerintah menargetkan pembangunan 200 ribu unit rumah bagi pekerja dan buruh dalam program P5KP. Kelompok masyarakat berpenghasilan Rpl,2juta-Rp2,5 juta per bulan, berhak mendapat skema subsidi dengan bunga 5% dan bantuan uang muka Rp7 juta dengan harga maksimum sarusun sebesar Rp75 juta. Sementara itu untuk kelompok masyarakat berpenghasilan Rp3,5 jutaRp4,5 juta per bulan mendapat bunga bersubsidi 2,5% dan bantuan uang muka Rp5 juta, dengan batas harga tertinggi Rpl44 juta. Iskandar menegaskan, pemerintah tetap mematok harga paling tinggi sebesar Rpl44 juta meski sudah terjadi kenaikan harga bahan bangunan saat ini. "Justru itu. Kalau ada kenaikan harga bahan bangunan, kita akan sinkronkan dengan subsidi infrastruktur PU, Menpera, dan yang lainnya. Sehingga walaupun biaya naik, harga tetap terjangkau. Kita ingin serendah-rendahnya. Kalau bisa Rp75 juta," cetusnya. Terkait dengan isi MoU, Sekretaris Jenderal Depnakertrans Besar Setiyoko menjelaskan skema subsidi yang telah disiapkan pemerintah antara lain berupa subsidi harga rumah dengan nilai tertentu dari Depnakertrans dan Kementerian Negara Perumahan Rakyat. Selain itu, masih ada pinjaman uang muka perumahan (PUMT) hingga Rpl0 juta bagi peserta Jamsostek dengan bunga 3% per tahun dan subsidi selisih bunga dari harga rumah, melalui bank pelaksana yakni Bank Tabungan Negara (BTN). Sementara itu, Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan pihaknya siap memberikan bantuan teknis dan nonteknis terkait dengan infrastruktur. (Zhi/E-1) (Media Indonesia)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130