Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


KPR Butuh Keseriusan Pemerintah

19/04/2006
 
New Page 1 NERACA Jakarta Pemerintah diminta lebih serius dalam menciptakan kondisi agar dana-dana jangka panjang dapat dihimpun bank-bank penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terutama bagi rumah sederhana sehat (RSh). "Harus ada upaya kongkrit dan serius untuk menggalang dana jangka panjang di perbankan untuk biayai RSh," kata Direktur Kredit Bank Tabungan Negara (BTN), Siswanto di Jakarta, Senin. Menurutnya, untuk membiayai KPR tidak semata-mata mengandalkan dana pihak ketiga (DPK). Jika hanya mengandalkan DPK dikhawatirkan akan selalu terjadi ketidak sesuaian pendanaan (maturity mismatch). Karena pengembalian bunga DPK itu selalu berjangka pendek sementara KPR baru akan didapat pengembaliannya dalam jangka panjang (jangka waktu 5 tahun ke atas). Memang saat ini pemerintah telah mendirikan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk melakukan sekuritisasi KPR atau menjual KPR kepada investor yang berminat. Hanya saja sampai saat ini program tersebut belum berjalan. Oleh karena berbagai persoalan tersebut, Siswanto mengajukan sejumlah usulan di antaranya dengan mengerahkan dana dari perusahaan asuransi, dana pensiun, dan yayasan kesejahteraan hari tua yang karakteristik dananya berjangka panjang serta suku bunganya dapat dipastikan. Kemudian juga dapat dilakukan program Tabungan Perumahan Pegawai Perusahaan (TP3) untuk menghimpun dana masyarakat yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk membeli rumah seperti yang sudah dilaksanakan PNS melalui Taperum dan swasta melalui Jamsostek Untuk itu keterlibatan pegawai perusahaan BUMN, swasta dan masarayakat lain yang berminat dalam hal ini sangat diperlukan. Dan karena itulah diharapkan inisiatif pemerintah dalam memfasilitasi adanya pembentukan wadah untuk menampung potensi yang ada ini. Sedangkan dana dari Jamsostek tidak perlu dibantah lagi. Sebagaimana diketahui, dana-dana di Jamsostek mempunyai karakteristik dana jangka panjang yang besar suku bunganya sudah dapat diprediksikan. Alternatif lain yang dilakukan adalah dengan menggalang potensi masyarakat luas dalam penghimpunan dana yang dikhususkan untuk membeli rumah. Dana dari masyarakat ini dapat dikembangkan menjadi pola KPR bagi hasil yakni mekanisme pembiayaan melalui wadahdana bersama. Wadah ini digunakan untuk menghimpun dana dari lembaga keuangan selanjutnya diinvestasikan dalam bentuk portofolio efek oleh manajer investasi dengan pedoman yang telah disepakati. Selanjutnya, dengan wadah tersebut nantinya dana KPR dapat diperoleh dengan ketentuan bagi hasil yang disepakati. Mekanisme ini memberi keuntungan disamping mengatasi kesulitan dana jangka panjang untuk KPR, juga dapat menghindarkan terjadinya gejolak suku bunga.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130