Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


KPR Masih Jadi Andalan

10/09/2008
 
New Page 1 75 Persen Pembeli Rumah via Kredit KREDIT pemilikan rumah (KPR) terus dikembangkan perbankan untuk mengimbangi derasnya permintaan kebutuhan papan tersebut di masyarakat. PT Bank Mandiri Tbk, misalnya, terus menggenjot penyaluran KPR-nya. Hal ini juga tidak terlepas dari semakin banyaknya masyarakat yang memakai fasilitas KPR untuk pembelian rumah Survei membuktikan bahwa KPR masih menjadi primadona masyarakat untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Survei terbaru yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI) menunjukkan, fasilitas KPR dimanfaatkan 75,4 persen konsumen dalam pembelian rumah. Artinya, tak lebih dari 15 persen penduduk yang membeli rumah tanpa bantuan fasilitas KPR. Survei di 14 kola itu menunjukkan, terjadi kenaikan harga di seluruh tipe rumah. Rumah tipe menengah mengalami lonjakan harga sebesar 6,52 persen. Secara umum, harga properti residensial mengalami lonjakan harga sebesar 5,43 persen. Dan 17,1 persen konsumen memilih pembiayaan rumah dengan cara tunai bertahap. Senior Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Sarastri Baskoro dalam keterangan tertulisnya mengatakan, sampai Juni 2008, pihaknya telah menyalurkan kredit konsumer sebesar Rp 1752 triliun. Itu termasuk kartu kredit. Sementara untuk KPR, bank pelat merah itu sudah menyalurkan KPR, yang termasuk dalam mortgage loan (termasuk home equity loan), sebesar Rpl0,90 triliun. Bank terbesar di tanah air itu kini terus berupaya memperbesar penetrasi KPR-nya. Salah satunya dengan menggandeng pengembang. "Itu dalam rangka meningkatkan penyaluran KPR," ujarnya kemarin (8/9). Yang terbaru, kemarin perseroan menggandeng PT Pancakarya Griyaiama untuk pengembangan Tangerang City. "Ini untuk mempermudah end user untuk pembelian ruko dengan pembiayaan KPR Mandiri." jelasnya. Proyek tersebut terdiri atas pusat perbelanjaan, hypermarket, ruko, apartemen, hotel, dan perkantoran. "Diharapkan penyaluran volume KPR Bank Mandiri akan semakin meningkat." terangnya. Penggenjotan penetrasi KPR juga dilakukan PT Bank Tabungan Negara (BTN). Bank dengan core business penyaluran KPR itu per semester pertama 2008 sudah merealisasikan KPR sebesar Rp 6,78 triliun. Periode yang sama tahun lalu, bank pelat merah itu merealisasikan KPR sebesar Rp 4,5 triliun. Wadirut BTN Evi Firmansyah mengemukakan, selain terus menggenjot KPR bersubsidi, perseroan akan mencoba menyasar segmen menengah ke atas. Targetnya, pada 2010, diharapkan komposisi penyaluran antara KPR bersubsidi dan menengah-atas sudah 50-50 persen. Saat ini, komposisinya masih 60-40 persen. Tahun lalu, BTN mendominasi penyaluran KPR bersubsidi hingga 95 persen. Untuk KPR RSH, tahun lalu BTN membiayai 102.722 unit, sementara total pembiayaan bank lain hanya 5.094 unit. Dia menyadari, perseroan dihadapkan pada persaingan di pasar KPR yang kian ketat. "Di tengah persaingan KPR yang makin ketat, intinya ada pada pelayanan yang baik," tuturnya. BTN, kata dia, sudah mempercepat pelayanan KPR. "Kita memakai sistem pelayanan 1-3-1. Artinya, dalam lima hari KPR sudah bisa dicairkan," terangnya. Perseroan optimistis, ekspansi KPR mereka bisa tumbuh dua digit hingga akhir tahun, (eri/fan) - Indo Pos
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130